KEANEKARAGAMAN DAN KELIMPAHAN SERANGGA HERBIVORA DI LAHAN TEMBAKAU RAKYAT DENGAN KONDISI VEGETASI YANG BERBEDA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KEANEKARAGAMAN DAN KELIMPAHAN SERANGGA HERBIVORA DI LAHAN TEMBAKAU RAKYAT DENGAN KONDISI VEGETASI YANG BERBEDA


Pengarang

Raihan Syakirah - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Hasnah - 195905291985032004 - Dosen Pembimbing I
Muhammad Sayuthi - 197211232003121001 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2005109010002

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Proteksi Tanaman (S1) / PDDIKTI : 54295

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Ekosistem tembakau merupakan salah satu bentuk agroekosistem yang sudah lama dikelola baik secara pertanian rakyat maupun perkebunan besar. Keberadaan flora dan fauna dalam suatu agroekosistem berpengaruh terhadap tingkat kestabilannya, salah satu komponen biotik dalam suatu ekosistem adalah serangga. Serangga di dalam suatu agroekosistem memiliki banyak peranan salah satu diantaranya adalah serangga herbivora. Struktur dan komposisi vegetasi dalam suatu ekosistem sangat menentukan keberadaan serangga herbivora dan akan mempengaruhi tingkat kestabilannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pengambilan sampel serangga herbivora menggunakan perangkap light trap, pitfall trap dan handpicking. Peubah yang diamati meliputi komposisi, kelimpahan, indeks keanekaragaman, indeks kemerataan, indeks dominasi dan indeks similaritas serangga herbivora. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, komposisi serangga herbivora yang ditemukan pada lahan tembakau di Desa Keunaloi terdapat 45 morfospesies dengan total 4.488 individu, sedangkan di Desa Lamkleng 32 morfospesies dengan total 1.861 individu. Serangga herbivora yang paling melimpah di ekosistem tembakau Desa Keunaloi yaitu semut Solenopsis geminata sebanyak 3.236 individu, sedangkan serangga herbivora yang paling melimpah di Desa Lamkleng yaitu wereng Neoaliturus sp1 sebanyak 759 individu. Nilai indeks keanekaragaman di lahan tembakau Desa Keunaloi yaitu 1,43 dengan kategori cukup stabil, di lahan Desa Lamkleng yaitu 2,24 dengan kategori stabil. Nilai indeks kemerataan di lahan tembakau Desa Keunaloi yaitu 0,38 dengan kategori kurang stabil, di lahan Desa Lamkleng yaitu 0,65 dengan kategori lebih stabil. Nilai indeks dominasi di lahan tembakau Desa Keunaloi yaitu 0,53 dengan kategori cukup stabil, di lahan Desa Lamkleng yaitu 0,20 termasuk dengan kategori sangat stabil. Nilai indeks similaritas pada kedua lahan tembakau di Desa Keunaloi dan Lamkleng yaitu 0,57 dengan kategori cukup stabil. Semakin tinggi tingkat keanekaragaman morfospesies serangga herbivora serta vegetasi yang lebih beragam dalam suatu agroekosistem, maka tingkat kestabilannya semakin tinggi (stabil). Pada penelitian ini agroekosistem di Desa Lamkleng lebih stabil dibandingkan dengan di Desa Keunaloi.

The tobacco ecosystem is one form of agroecosystem that has long been managed both in smallholder agriculture and large plantations. The existence of flora and fauna in an agroecosystem affects the level of stability, one of the biotic components in an ecosystem is insects. Insects in an agroecosystem have many roles, one of which is herbivorous insects. The structure and composition of vegetation in an ecosystem determine the presence of herbivorous insects and will affect the level of stability. This study used descriptive method by sampling herbivorous insects using light trap, pitfall trap and handpicking. The observed variables include composition, abundance, diversity index, evenness index, dominance index and similarity index of herbivorous insects. The results showed that the composition of herbivorous insects found in tobacco fields in Keunaloi Village had 45 morphospecies with a total of 4,488 individuals, while in Lamkleng Village there were 32 morphospecies with a total of 1,861 individuals. The most abundant herbivorous insects in the tobacco ecosystem of Keunaloi Village were Solenopsis geminata ants totaling 3,236 individuals, while the most abundant herbivorous insects in Lamkleng Village were Neoaliturus sp1 leafhoppers totaling 759 individuals. The value of the diversity index in the tobacco fields of Keunaloi Village is 1.43 with a fairly stable category, in the fields of Lamkleng Village is 2.24 with a stable category. The value of the evenness index in the tobacco field of Keunaloi Village is 0.38 with a less stable category, in the Lamkleng Village land is 0.65 with a more stable category. The dominance index value in Keunaloi Village tobacco fields is 0.53 with a fairly stable category, in Lamkleng Village fields is 0.20 including a very stable category. The similarity index value in both tobacco fields in Keunaloi and Lamkleng Villages is 0.57 with a fairly stable category. The higher the level of morphospecies diversity of herbivorous insects and more diverse vegetation in an agroecosystem, the higher the level of stability (stable). In this study, agroecosystems in Lamkleng Village were more stable than those in Keunaloi Village.

Citation



    SERVICES DESK