<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="125255">
 <titleInfo>
  <title>PENGEMBANGAN KURVA KERAPUHAN AKIBAT GEMPA :</title>
  <subTitle>STUDI KASUS BANGUNAN TEMPAT TINGGAL DI KABUPATEN BENER MERIAH</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Thifal Ufairah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Magister Teknik Sipil</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Bener Meriah pada tanggal 2 Juli 2013 silam menjadi latar belakang dilakukannya penelitian ini. Gempa tektonik berkekuatan 6,1 Mw menyebabkan kerusakan fisik dan kerugian konstruksi terhadap 1.778 rumah bangunan tempat tinggal tipikal tembokan. Salah satu penilaian kerusakan yang diakibatkan oleh gempa bumi dilakukan pengembangan kurva kerapuhan (fragility curve) yang dapat dibentuk dengan metode empiris berdasarkan prosedur GLM (Generalized Linear Model). Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan pola kurva kerapuhan bangunan tempat tinggal serta mengetahui metode GLM dengan model terbaik di antara model logit, model probit, dan model complementary log-log berdasarkan ukuran kesesuaian model (goodness of fit) dengan menggunakan data pada 9 kecamatan untuk mengidentifikasi tingkat kerusakan ringan, sedang, dan berat. Pengolahan data menggunakan perangkat lunak ArcGIS dan MATLAB berdasarkan data yang telah diperoleh dari data sekunder hasil survei dan United States Geological Survey (USGS) Earthquakes. Pada kurva kerapuhan seismik yang dihasilkan salah satunya yaitu model probit memberikan probabilitas yang tinggi pada intensitas PGA (Peak Ground Acceleration) rendah maupun sedang untuk kerusakan ringan, sedang dan berat. Model probit memberikan probabilitas yang tinggi pada intensitas PGA tinggi untuk kerusakan ringan, sedang dan berat. Berdasarkan hasil pengukuran kesesuaian (goodness of fit) didapatkan model probit memiliki nilai kesalahan residual standar terkecil yang menunjukkan model terbaik dari metode tersebut. Model probit memiliki nilai sebesar 20,16%, 21,12%, dan 21,83% pada DS1, DS2, dan DS3 dibandingkan dengan model logit dan model complementary log-log.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>125255</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-16 18:10:38</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-17 11:00:52</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>