<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="125226">
 <titleInfo>
  <title>PERFORMA AYAM BROILER YANG DIBERI EKSTRAK DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA L) DALAM AIR MINUM</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Mutiara Salina</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian	Peternakan (S1)</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Salah  satu  faktor  pendukung  keberhasilan  pemeliharaan  ayam  broiler  adalah kesehatan ternak dimana pada umumnya untuk meningkatkan kekebalan ayam broiler peternak  memberikan  suplemen  dan  obat-obatan  seperti  antibiotik  kimia. Penggunaan antibiotik kimia dapat menyebabkan residu bahan kimia berbahaya dalam produk yang dihasilkan dan menyebabkan resistensi bakteri-bakteri berbahaya yang terdapat di dalam tubuh ayam. Oleh karena itu, beberapa bahan pakan dapat digunakan sebagai feed additive alternatif alami sebagai pengganti feed additive komersial mampu meningkatkan kekebalan tubuh,  dan memproduksi daging secara efisien.  Feed additive  alami yang berpotensi dimanfaatkan, antara lain, adalah  tanaman obat. Banyak tanaman yang terdapat di Indonesia yang mempunyai potensi untuk dijadikan  feed additive, antara  lain,  kelor  (Moringa  oleifera L).&#13;
Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Lapangan Peternakan (LLP), Departemen Peternakan,  Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala tanggal 29 Maret sampai dengan 2 Mei 2024.  Penelitian ini menggunakan 100 ekor anak ayam broiler (DOC) strain MB 90 produksi PT Japfa Comfeed Indonesia, Medan. Ransum perlakuan adalah . P0+= Pemberian air minum ditambah  vita stress atau tanpa EDK dengan pemberian pakan 100% ransum komersil (RK),  P0-=  Pemberian air minum ditambah vita stress atau tanpa EDK namun pemberian pakan 80% RK disubstitusi dengan  20% bahan pakan substitusi (BPS), P1= air minum dengan pemberian EDK 0,5 g/L air;  pakan 80%  RK +  20% BPS, P2= air minum dengan pemberian EDK 1 g/L air;  pakan 80% RK + 20% BPS, P3= air minum dengan pemberian EDK 2 g/L air;  pakan 80% RK + 20% BPS. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan.  Setiap ulangan  merupakan unit percobaaan yang masing-masing terdiri dari 5 ekor anak ayam.  Data yang didapat ditabulasikan, kemudian  dianalisis dengan Analysis of  Variance (ANOVA). Apabila hasil dari analisis tersebut didapatkan hasil yang berbeda nyata, analisis dilanjutkan dengan uji Jarak Berganda Duncan. &#13;
Hasil sidik ragam memperlihatkan bahwa pemberian EDK dalam air minum dengan pemberian ransum substitusi tidak berpengaruh nyata (P&gt;0,05) terhadap konsumsi ransum, berat badan dan pertambahan berat badan, konversi, dan efisiensi ransum,  serta konsumsi air minum ayam broiler umur lima minggu. Capaian BBA dan PBB relatif lebih sama dibandingkan dengan ayam broiler yang diberikan seluruhnya ransum komersil (P0+). Pemberian EDK (P1, P2, P3) cenderung memiliki konversi dan efisiensi ransum yang relatif lebih baik dibandingkan dengan ayam broiler yang diberikan seluruhnya ransum komersil (P0+) maupun ransum substitusi tanpa EDK (P0-). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak daun kelor dalam level 0,5-2 g/L air minum belum  mampu meningkatkan berat badan, namun dapat memperbaiki angka konversi ransum ayam broiler. Penggunaan ekstrak kelor sebanyak  0,5-2 g/L air dapat mencegah ayam stress dan mengurangi angka kematian sehingga dapat menggantikan peranan vita stress.    &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>125226</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-16 15:59:26</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-17 09:44:42</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>