Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KARAKTERISTIK REPRODUKSI KERBAU BETINA DI KECAMATAN KUALA KABUPATEN NAGAN RAYA PROVINSI ACEH
Pengarang
Wafiq Azizah - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Cut Intan Novita - 196911131996032001 - Penguji
Nomor Pokok Mahasiswa
2005104010009
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Peternakan (S1) / PDDIKTI : 54231
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian Peternakan (S1)., 2024
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Wafiq Azizah. 2005104010009. Karakteristik Reproduksi Kerbau Betina di Kecamatan Kuala Kabupaten Nagan Raya Provinsi Aceh, dibimbing oleh Mohd. Agus Nashri Abdullah sebagai ketua dan Asril sebagai anggota.
RINGKASAN
Kerbau (Bubalus bubalis) merupakan hewan peliharaan yang berasal dari daerah yang memiliki iklim panas dan lembab, terutama di wilayah tropis bagian utara. Kabupaten Nagan Raya telah membangun sektor peternakan dengan komoditi unggulan ternak lokal yaitu sapi dan kerbau. Kerbau yang dipelihara pada umumnya dipelihara dengan cara dilepaskan menggembala, bergerombol membentuk beberapa kelompok dan pemeliharaan seperti ini telah berlangsung cukup lama secara turun-temurun, sehingga diduga ternak kerbau ini telah mengalami inbreeding yang dapat menyebabkan penurunan kualitas genetik dan menghambat dinamika populasi kerbau betina produktif.
Penelitian ini telah dilaksanakan dan digunakan metode survei terhadap 60 peternak kerbau sebagai responden dengan menggunakan panduan kuesioner yang dipersiapkan sebelumnya. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer mencakup karakteristik reproduksi yang meliputi umur berahi pertama (pubertas), umur kawin pertama, lama bunting, umur beranak pertama, jarak antara melahirkan sampai bunting kembali dan jarak beranak. Disamping itu juga dikumpulkan data pendukung berupa profil responden meliputi nama peternak, umur, pendidikan dan mata pencarian utama. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Kuala Kabupaten Nagan Raya meliputi empat gampong (desa) yaitu: Blang Teugoh, Ujong Patihah, Blang Bintang, Cot Kumbang. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Januari hingga Februari 2024. Peternak yang menjadi responden ditetapkan secara purposive sampling, yaitu peternak yang memiliki pengalaman beternak selama minimal 5 tahun dan memiliki kerbau betina yang telah beranak 2 (dua) kali atau lebih. Data yang telah dikumpulkan selanjutnya dilakukan analisis secara deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerbau lokal betina di Kecamatan Kuala Kabupaten Nagan Raya Provinsi Aceh memiliki karakteristik reproduksi yang belum optimal (tidak baik). Kerbau betina mengalami rata-rata umur berahi pertama: 37,4±1,2 bulan, umur kawin pertama: 37,8±0,2 bulan, lama bunting : 10,7±0,1 bulan umur beranak pertama: 48,4± 0,1 bulan, jarak antara melahirkan sampai bunting kembali relatif pendek: 5,7±0,03 bulan dan jarak beranak: 16,4±0,1 bulan.
Wafiq Azizah. 2005104010009. Reproductive Characteristics of Female Buffalo in Kuala Region of Nagan Raya District supervised by Mohd. Agus Nashri Abdullah as chairman and Asril as member. SUMMARY The water buffalo (Bubalus bubalis) is a domesticated animal originating from areas with hot and humid climates, particularly in the northern tropical regions. Nagan Raya Regency has developed its livestock sector with local cattle and water buffalo as the leading commodities. Generally, water buffaloes are raised by being released to graze in groups, forming several clusters, and this method of rearing has been practiced for a long time, passed down through generations. It is suspected that these water buffaloes have experienced inbreeding, which can lead to a decline in genetic quality and hinder the dynamics of the productive female buffalo population. This research was conducted using a survey method involving 60 water buffalo farmers as respondents, using a pre-prepared questionnaire guide. The data collected consisted of primary and secondary data. Primary data included reproductive characteristics such as the age of first estrus (puberty), age at first mating, gestation length, age at first calving, the interval between calving and returning to pregnancy, and calving interval. Additionally, supporting data were collected in the form of respondent profiles, including the farmer's name, age, education, and primary occupation. The study was conducted in the Kuala Subdistrict of Nagan Raya Regency, covering four villages: Blang Teugoh, Ujong Patihah, Blang Bintang, and Cot Kumbang. The research took place from January to February 2024. Respondents were selected using purposive sampling, specifically farmers who have had at least five years of livestock farming experience and owned female buffaloes that have calved at least twice. The collected data were then analyzed descriptively. The results showed that the reproductive characteristics of local female buffaloes in the Kuala Subdistrict of Nagan Raya Regency, Aceh Province, were not optimal (not good). The female buffaloes experienced an average age of first estrus at 37.4±1.2 months, age at first mating at 37.8±0.2 months, gestation length of 10.7±0.1 months, age at first calving at 48.4±0.1 months, a relatively short interval between calving and returning to pregnancy of 5.7±0.03 months, and a calving interval of 16.4±0.1 months.
KARAKTERISTIK REPRODUKSI KERBAU BETINA DI KECAMATAN KUALA KABUPATEN NAGAN RAYA PROVINSI ACEH (Wafiq Azizah, 2024)
KARAKTERISTIK REPRODUKSI SAPI ACEH BETINA DI KECAMATAN KUALA KABUPATEN NAGAN RAYA (LINA RAHAYU, 2018)
KARAKTERISTIK REPRODUKSI KERBAU RAWA BETINA DI KECAMATAN KLUET UTARA KABUPATEN ACEH SELATAN (Maulidani, 2018)
KARAKTERISTIK REPRODUKSI KERBAU BETINA SEBAGAI SUMBER DAYA GENETIK TERNAK LOKAL DI KABUPATEN ACEH BARAT DAYA PROVINSI ACEH (Sara Mauliza Fathanah, 2024)
KARAKTERISTIK REPRODUKSI KERBAU GAYO BETINA DI KECAMATAN LINGE KABUPATEN ACEH TENGAH (AL KAUTSAR, 2017)