Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERAN BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH KABUPATEN ACEH TENGGARA DALAM MEMITIGASI BENCANA BANJIR BANDANG
Pengarang
Rifqi Fadjri Ananda - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Alfi Rahman - 197712022018041101 - Dosen Pembimbing I
Helmi - 198804272017011101 - Dosen Pembimbing I
Nomor Pokok Mahasiswa
1810104010028
Fakultas & Prodi
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Pemerintahan (S1) / PDDIKTI : 65201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Politik - Ilmu Pemerintahan., 2024
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Aceh merupakan salah satu Provinsi di Indonesia yang sangat rentan terhadap bencana yang disebabkan oleh faktor alam dan ulah manusia, serta mengakibatkan kecelakaan yang dapat merusak lingkungan, menimbulkan kerugian harta benda, dan berdampak pada kesehatan mental korban. Berdasarkan fakta dilapangan, terdapat permasalahan yaitu belum adanya jalur atau tempat evakuasi, pembangunan beronjong yang belum merata, tidak adanya perawatan jalur sungai seperti kolong jembatan yang merupakan titik penyumbatan aliran sungai, kemudian kurangnya pengaturan tata guna lahan di kawasan alur sungai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan peran, faktor penghambat dan upaya yang dilakukan BPBD Kabupaten Aceh Tenggara dalam memitigasi bencana banjir bandang. Penelitian ini menggunakan teori peran dengan indikator peran aktif, peran partisipasi dan peran pasif, dengan menggunakan metode kualitatif dan data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya data dianalisis menggunakan tematik analisis dengan memahami data, menyusun kode, dan mencari tema. Hasil penelitian menunjukkan Peran Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Aceh Tenggara dalam memitigasi bencana banjir bandang masih belum maksimal, karena masih banyak daerah yang sangat rentan terhadap bencana banjir bandang dan juga belum adanya tindakan efektif dari BPBD dalam pencegahan dan kesiapsiagaan bencana banjir bandang. Hambatan yang dialami pihak BPBD dalam memitigasi bencana banjir bandang yaitu mulai dari kurangnya anggaran dana, kurangnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan dan minimnya partisipasi terhadap gotong royong, kemudian maraknya penebangan hutan liar yang dilakukan oleh masyarakat itu sendiri. Diharapkan BPBD harus lebih memperhatikan kembali setiap aliran sungai yang ada, karena masih ada beberapa daerah yang memiliki kolong jembatan sangat rendah dan besar kemungkinan dapat tersumbat dan meluap ke jalan.
Kata Kunci: Banjir Bandang, Pencegahan dan Kesiapsiagaan, BPBD
ABSTRACT Aceh is one of the provinces in Indonesia that is very vulnerable to disasters caused by natural and human-made factors, as well as resulting in accidents that can damage the environment, cause property loss, and impact the mental health of victims. Based on facts on the ground, there are problems, namely the absence of evacuation routes or places, uneven construction of beronjong, lack of maintenance of river routes such as under bridges which are points of blockage of river flow, then lack of land use regulations in river channel areas. This research aims to determine and explain the role, inhibiting factors and efforts made by BPBD Southeast Aceh Regency in mitigating flash flood disasters. This research uses role theory with indicators of active role, participation role and passive role, using qualitative methods and data obtained through observation, interviews and documentation. Next, the data was analyzed using thematic analysis by understanding the data, compiling codes, and looking for themes. The results of the research show that the role of the Southeast Aceh Regency Regional Disaster Management Agency in mitigating flash flood disasters is still not optimal, because there are still many areas that are very vulnerable to flash flood disasters and there is also no effective action from BPBD in preventing and preparing for flash flood disasters. The obstacles experienced by the BPBD in mitigating flash flood disasters include lack of budget funds, lack of public awareness of environmental cleanliness and minimal participation in mutual cooperation, then the rampant illegal logging carried out by the community itself. It is hoped that BPBD will pay more attention to each existing river flow, because there are still several areas that have very low bridges and there is a high possibility that they can become blocked and overflow onto the road. Keyword: Flash Floods, the Prevention and Preparedness, BPBD
ANALISIS TINGKAT KINERJA BPBD KABUPATEN PIDIE DALAM MENGHADAPI BENCANA BANJIR (SYAWALUDDIN, 2016)
ANALISIS BANJIR BANDANG KOTA SABANG (Murdiana, 2016)
ANALISIS TINGKAT KERENTANAN DAN KAPASITAS MASYARAKAT TERHADAP BENCANA BANJIR BANDANG KECAMATAN CELALA KABUPATEN ACEH TENGAH (Wahyuni, 2016)
UPAYA MASYARAKAT DALAM MENGURANGI RISIKO BENCANA BANJIR DI GAMPONG BUGA KECAMATAN SEULIMEUM ACEH BESAR (Novita Sari, 2017)
HUBUNGAN RESILIENSI DENGAN KESIAPSIAGAAN BENCANA PADA LANSIA YANG BERTEMPAT TINGGAL DI DAERAH RAWAN BENCANA BANJIR BANDANG DI DESA RATAWALI KABUPATEN ACEH TENGAH (Mulyana Sastri, 2020)