<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="125213">
 <titleInfo>
  <title>REVITALISASI BAHASA SIMOLOL DI KABUPATEN SIMEULUE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MULIANA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP PPKN</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Muliana (2024). Revitalisasi Bahasa Simolol Di Kabupaten Simeulue&#13;
&#13;
Bahasa Simolol adalah salah satu bahasa daerah di Kabupaten Simeulue.  Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk mendeskripsikan keberadaan Bahasa Simolol di Kabupaten Simeulue. (2) Untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan Bahasa Simolol di Kabupaten Simeulue terancam punah. (3) Untuk menjelaskan upaya masyarakat dan pemerintah dalam merevitalisasi Bahasa Simolol di Kabupaten Simeulue. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian etnografi. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara. Penelitian ini dilakukan pada Kecamatan Simeulue Tengah, Teluk Dalam, dan Simeulue Cut. Informan dalam penelitian ini berjumlah 15 orang, 5 kepala desa, 5 tokoh masyarakat, 5 masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Keberadaan Bahasa Simolol terancam punah (2) Faktor penyebab Bahasa Simolol terancam punah yaitu orang tua tidak mewariskan keterampilan Bahasa Simolol kepada generasi muda, penggunaan Bahasa Simolol di sekolah, pemahaman generasi muda, urbanisasi generasi muda, imigrasi, kebijakan pemerintah, globalisasi, dan gengsi sosial. (3) Upaya masyarakat merevitalisasi Bahasa Simolol menggunakan Bahasa Simolol dalam kehidupan sehari-hari, membentuk komunitas sesama penutur. Sedangkan upaya pemerintah tidak ada. Simpulan penelitian ini yaitu: (1) Keberadan Bahasa Simolol terancam punah (2) Faktor yang menyebabkan Bahasa Simolol terancam punah yaitu orang tua tidak mewariskan keterampilan Bahasa Simolol kepada generasi muda, penggunaan Bahasa Simolol di sekolah, pemahaman generasi muda, urbanisasi generasi muda, imigrasi, kebijakan pemerintah, globalisasi, dan gengsi sosial. (3) Tidak ada upaya pemerintah dalam merevitalisasi Bahasa Simolol, sedangkan upaya masyarakat yaitu menggunakan Bahasa Simolol dalam kehidupan sehari-hari, dan membentuk komunitas sesama penutur. Saran (1) Agar vitalitas dan eksistensi Bahasa Simolol tidak terancam punah maka diperlukan partisipasi dan komitmen tokoh masyarakat, masyarakat, serta pemerintah daerah. (2) Agar Bahasa Simolol tidak hilang maka Bahasa Simolol segera dipatenkan. (3) Agar menambah khazanah keilmuan Bahasa Simolol  diharapkan dilakukan penelitian lanjutan secara mendalam tentang Bahasa Simolol.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Revitalisasi, Bahasa  Simolol.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>125213</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-16 15:30:36</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-16 16:16:07</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>