<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="125178">
 <titleInfo>
  <title>EVALUASI PERENCANAAN GEOMETRIK JALAN MENGGUNAKAN AUTOCAD® CIVIL 3D STUDENT VERSION 2021 (STUDI KASUS:</title>
  <subTitle>JALAN BANDA ACEH OUTER RING ROAD)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Arif Rifqi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perancangan geometrik jalan yang optimal tidak hanya mempertimbangkan aspek keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran lalu lintas, tetapi juga mempertimbangkan efisiensi waktu yang dibutuhkan dalam proses desain dan pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil perhitungan geometrik jalan menggunakan AutoCAD® Civil 3D dengan perhitungan secara manual pada studi kasus Jalan Banda Aceh Outer Ring Road (BORR) STA 0+000 – STA 13+364,40. Dalam studi ini, tiga elemen utama perancangan geometrik dibahas: alinyemen horizontal, superelevasi, dan alinyemen vertikal. Metode yang digunakan untuk perhitungan geometrik jalan mengacu pada standar AASHTO 2011. Namun, dalam hal kriteria perencanaan mengikuti standar Pedoman Desain Geometrik Jalan 2021. Perancangan alinyemen horizontal menghasilkan 9 tikungan yang terdiri dari 2 lengkung Simple Curve/Full Circle (FC) dan 7 lengkung Transition Curve (SCS). Ditemukan perbedaan hasil perhitungan manual dan AutoCAD® Civil 3D untuk lengkung FC dan SCS. AutoCAD® Civil 3D secara otomatis menghitung superelevasi untuk lengkung FC dan SCS. Pada perencanaan alinyemen vertikal, terdapat 4 lengkung vertikal cembung dan 6 lengkung vertikal cekung dengan kemiringan antara 0,00% hingga 5,80%, yang masih berada di bawah batas kelandaian maksimum sebesar 6%. Panjang Lv dalam desain lengkung vertikal cekung dan cembung memenuhi kriteria yang ditentukan oleh nilai K pada jarak pandang henti dan jarak pandang mendahului. Berdasarkan hasil yang diperoleh, penggunaan AutoCAD® Civil 3D terbukti efektif dalam membantu perhitungan dan pendesainan gambar hasil perancangan secara simultan sehingga proses pengerjaan menjadi lebih efisien, ringkas, dan meminimalisir kesalahan manusia. Perancangan geometrik jalan menggunakan AutoCAD® Civil 3D harus dilakukan penyesuaian standar Bina Marga agar hasil desain dapat diterapkan sesuai dengan undang - undang yang berlaku di Indonesia.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>125178</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-16 13:48:32</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-16 15:54:48</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>