<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="125108">
 <titleInfo>
  <title>PEMETAAN ATRIBUT DAN SEBARAN KEBUN KOPI (COFFEA SP) EKSISTING UNTUK POTENSI PENGEMBANGAN LAHAN KOPI DI RNKABUPATEN GAYO LUES.</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Jorgi Mikentona</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas pertanian Ilmu Tanah</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kabupaten Gayo Lues merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Aceh yang&#13;
terbentuk dari hasil pemekaran Kabupaten Aceh Tenggara dengan Dasar Hukum Undang&#13;
Undang No.4 Tahun 2002. Kabupaten Gayo Lues memiliki kawasan lindung dengan luas &#13;
4.256,91 Km2&#13;
dan kawasan budidaya seluas 1.292,79 Km2&#13;
. Menurut Rencana &#13;
Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJDP) tahun 2005-2025 Kabupaten Gayo Lues &#13;
sangat strategis untuk dibangun dan dikembangkan menjadi salah satu kabupaten yang &#13;
menjadi tempat prioritas kawasan pengembangan di bagian hulu Aceh dan pendukung&#13;
pengembangan wilayah timur dan barat Aceh.&#13;
Berdasarkan uraian yang telah disampaikan diatas dan juga secara umum, Dirjen &#13;
Hortikultura Kementerian Pertanian telah mengusungkan 3 (tiga) pendekatan untuk &#13;
menghadapi permasalahan perubahan iklim dalam budidaya kopi yaitu, salah satunya &#13;
pendekatan strategis (identifikasi wilayah), berupa inventarisasi data dan informasi terkait &#13;
wilayah-wilayah yang membudidayakan kopi. Strategi ini meliputi penyusunan peta &#13;
sebaran wilayah perkebunan kopi, identifikasi sistem budidaya perkebunan kopi di setiap &#13;
wilayah yang ada, maka perlu adanya penelitian tentang pemetaan atribut kebun kopi&#13;
eksisting untuk membahurui attribute table berupa pengkelasan kebun kopi dimulai dari &#13;
kondisi tanaman, varietas, kerapatan naungan, jenis naungan, budidaya, tanaman &#13;
campuran, kerapatan naungan dan pertambahan potensi pengembangannya lahan kebun &#13;
kopi di Kabupaten Gayo Lues sendiri.&#13;
Penelitian ini mengkaji pengkelasan apa saja yang dapat dijadikan atribut pada &#13;
tanaman kopi dan dimanakah pertambahan lahan yang berpotensi untuk dapat &#13;
dikembangkan tanaman kopi di Kabupaten Gayo Lues. Berdasarkan masalah yang telah &#13;
dirumuskan, diharapkan pada penelitian ini adalah untuk memberi informasi mengenai&#13;
pengkelasan dan keadaan kebun kopi mulai dari varietas, kerapatan naungan, jenis &#13;
naungan, tanaman campuran, kondisi tanaman yang disajikan dalam bentuk sistem &#13;
informasi melalui data atribut tabel dan indikasi perkembangan berpotensi untuk kebun&#13;
kopi eksisting di Kabupaten Gayo Lues yang ditinjau melalui pola ruang serta dapat&#13;
dijadikan sebagai bahan informasi tentang pertanian khusus nya pada perkebunan kopi di &#13;
Kabupaten Gayo Lues. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan &#13;
teknik survey dan dengan tiga tahapan, dimulai dari tahap persiapan, kegiataan lapangan, &#13;
dan analisis data spasial. Hasil luas kebun kopi eksisting Kabupaten Gayo Lues seluas &#13;
2.015,71 Ha yang mengalami pertambahan dari tahun 2023. Jenis varietas kopi terluas &#13;
arabika dengan 1.850,869 Ha, yang mana mencakup lebih luas dominan dari pada robusta &#13;
yang hanya tersebar seluas 164,84 Ha, untuk jenis naungan terluas ialah lamtoro &#13;
menacapai 1.972,885 Ha dan jenis naungan paling sedikit ialah durian yang hanya &#13;
mencapai luas 0,14 H, tanaman yang menghasilkan memiliki persentase mencapai 97% &#13;
dari pada tanaman yang belum menghasilkan yang hanya mencapai 3%, untuk kerapatan &#13;
naungan sendiri, naungan rapat mencapai luas 1.867,63 Ha dan untuk naungan jarang &#13;
seluas 148.08 Ha, dan untuk tanaman campuran terdiri dari: jeruk, pisang, dan mangga. &#13;
Hasil luasan kawasan kebun yang masuk dalam berpotensi dikembangkan, Adapun luas &#13;
lahan kebun kopi eksisting yang dapat dikembangkan yaitu seluas 57.521,66 Ha.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>125108</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-16 10:23:25</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-16 11:55:30</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>