<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="125100">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH KERAPATAN NAUNGAN TERHADAP INFEKSI KARAT DAUN (HEMILEIA VASTATRIX) PADA TANAMAN KOPI ARABIKA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Marniyati</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian Proteksi Tanaman</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Abstrak. Kopi merupakan tanaman perkebunan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Salah satu kendala utama pada proses budidaya tanaman kopi ialah penyakit karat daun. Penyakit karat daun disebabkan oleh cendawan  patogen yaitu  Hemileia  vastatrix. Tanaman kopi yang terinfeksi penyakit karat daun memiliki gejala berupa bercak  pada daun dan ditandai dengan spora yang menempel dibawah permukaan daun. Meluasnya bercak pada daun kopi dapat menyebabkan bekurangnya areal fotosintesis dan berdampak pada turunnya pertumbuhan tanaman, pada serangan berat dapat menyebabkan daun  pada tanaman kopi gugur. Pengendalian dalam teknik budidaya tanaman, dalam menciptakan lingkungan yang tidak cocok untuk perkembangan cendawan patogen. Dalam penelitian ini, diuji pengaruh kerapatan pohon naungan terhadap infeksi karat daun. Pada penelitian ini, lokasi  penelitian  terbagi menjadi dua yaitu perkebunan kopi berpenaung rapat dan berpenaung jarang. Parameter yang diamati meliputi gejala serangan H. vastatrix, persentase kejadian penyakit dan persentase keparahan penyakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gejala daun yang terinfeksi karat akan menimbulkan bercak seperti serbuk bewarna kuning hingga jingga. Sedangkan persentase kejadian penyakit pada dua lokasi kebun 100% terinfeksi karat daun. Persentase keparahan  penyakit pada perkebunan kopi berpenaung jarang yaitu 25,08% dan pada perkebunan kopi berpenaung rapat memiliki persentase keparahan penyakit yang rendah yaitu 11,53%.  Dapat disimpulkan bahwa kerapatan naungan tidak berpengaruh terhadap infeksi karat daun pada tanaman kopi arabika. &#13;
&#13;
Kata kunci : Hemileia vastatrix, Naungan, Tanaman Kopi Arabika&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>125100</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-16 09:26:05</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-16 11:40:35</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>