<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="125033">
 <titleInfo>
  <title>PERFORMANS REPRODUKSI SAPI PERANAKAN ONGOLE BETINA DI KECAMATAN KUTALIMBARU KABUPATEN DELI SERDANG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Grace Claudia Surbakti</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian	Peternakan (S1)</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sapi Peranakan Ongole (PO) merupakan sapi lokal Indonesia tipe potong dan merupakan turunan dari bangsa Bos indicus. Sapi lokal dapat diidentifikasikan sebagai sapi hasil persilangan sapi dari luar (eksotik) dengan sapi asli di wilayah sapi tersebut hidup, berkembang dan mengalami adaptasi lokal. Bangsa sapi PO merupakan hasil persilangan (hibridisasi) antara sapi Ongole asal Pulau Sumba dengan sapi jawa di Pulau Jawa sehingga menghasilkan sapi yang mirip dengan sapi Ongole. Sapi PO dihasilkan melalui kebijakan pemerintah kolonial Hindia Belanda pada masa lalu melalui program Ongolisasi secara grading-up.&#13;
Sapi PO sangat disukai oleh masyarakat Indonesia untuk dipelihara dan dikembangkan. Hal ini karena sapi PO memiliki beberapa keunggulan seperti lebih toleran terhadap lingkungan tropis dengan temperatur yang panas dan kelembaban yang tinggi serta pakan yang terbatas, tahan terhadap serangan endoparasit dan ektoparasit, memiliki pertumbuhan yang relatif cepat walaupun tidak secepat pertumbuhan sapi dari bangsa Bos taurus. Secara umum sapi PO memiliki ciri yang mirip dengan sapi Ongole. Sapi Ongole memiliki ciri-ciri berwarna putih sedikit keabuan, terdapat gelambir mulai dari bawah rahang hingga ujung dada di bagian depan, bentuk badan relatif besar, panjang dan dalam, paha besar, berpunuk, kepala relatif panjang, telinga sedikit besar dan menggantung, kulit tebal. Ciri lain sapi PO yaitu profil muka segitiga lurus, bertanduk dan berwarna hitam, warna moncong hitam, rambut ekor (tail feather) berwarna hitam, dan tracak (nail) berwarna hitam.&#13;
Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara mencakup empat desa: Perpanden, Sampe Cita, Suka Rende, dan Lau Bekeri. Penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 27 Desember 2023 sampai dengan 27 Januari 2024. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei untuk memperoleh data primer dan sekunder. Peternak yang dijadikan responden ditetapkan secara purposive sampling, yaitu peternak yang memiliki 2 ekor sapi Peranakan Ongole yang telah beranak minimal 2 (dua) kali. Responden yang dipilih sebanyak 91 orang peternak sapi berdasarkan rumus Slovin. Parameter yang diamati pada penelitian ini yaitu performans reproduksi sapi Peranakan Ongole betina meliputi umur berahi pertama, umur kawin pertama, umur bunting pertama, lama bunting, umur beranak pertama, post partum mating, dan calving interval. Analisis data dilakukan dengan menggunakan tabel frekuensi, persentase, menghitung nilai rataan, dan simpangan baku. &#13;
	Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa performans reproduksi sapi Peranakan Ongole di Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang yaitu: umur berahi pertama pada 23,82 bulan, umur kawin pertama 24,09 bulan, umur bunting pertama 25,05 bulan, lama bunting 9,27 bulan, umur beranak pertama 31,62 bulan, post partum mating 3,89 bulan, dan calving interval 13,18 bulan. Berdasarkan data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa performans reproduksi sapi Peranakan Ongole yang  berada di Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang dalam keadaan baik (normal).&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>125033</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-15 15:49:04</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-16 09:35:16</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>