<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="125026">
 <titleInfo>
  <title>KONSENTRASI FOLLICLE STIMULATING HORMONE DAN LUTEINIZING HORMONE YANG DIEKSTRAKSI DARI HIPOFISA SAPI ACEH JANTAN DENGAN METODE BERBEDA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>AZIZAR RAZA ARU</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian	Peternakan (S1)</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Manipulasi reproduksi merupakan ilmu terapan yang digunakan untuk meningkatkan reproduksi pada mahkluk hidup. Salah satu teknik reproduksi yang telah dilakukan untuk meningkatkan produktivitas reproduksi adalah manipulasi reproduksi secara hormonal untuk mempercepat produksi dan kematangan gonad. Kelenjar hipofisa merupakan kelenjar yang berperan dalam homeostatis tubuh, serta memiliki beberapa hormon yang salah satunya berperan dalam reproduksi. Hormon Follicle Stimulating Hormone (FSH) dan Luteinizing Hormone (LH) secara luas digunakan pada sinkronisasi estrus dan induksi maturasi oosit. FSH dan LH dapat di ekstraksi dari kelenjar hipofisa ternak yang telah dipotong.Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari konsentrasi FSH dan LH dari kelenjar hipofisa sapi Aceh jantan yang diekstrak dengan metode yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pemuliaan dan Reproduksi Ternak, Fakultas Pertanian, Laboratorium Reproduksi dan Laboratorium Fisiologi, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Syiah Kuala, Darussalam, Banda Aceh. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 10 Juni sampai 30 November 2023. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan berupa metode ekstrasi yang berbeda yaitu metode 1= Hipofisa diiris kecil-kecil + aquades 10 ml (Isnaini dan Sayudi, 2004), metode 2= Hipofisa direndam larutan alkohol 90% selama 16 jam serta diganti 4 jam sekali + NaCl Fisiologis 0,9% sebanyak 10 ml (Sutiyono et al., 2008), dan metode 3= Hipofisa dilarutkan dalam 40% etanol dan 6% ammonium acetat buffer (pH 6,0) + diaduk menggunakan orbital shaker pada suhu 4°C selama 3 jam (Kang et al., 2012 yang dimodifikasi). Konsentrasi FSH dan LH yang diperoleh dari metode ekstraksi yang berbeda dianalisis menggunakan Enzyme linked immunosorbent assay (ELISA) Setiap perlakuan terdapat 5 ulangan sehingga dihasilkan 15 unit percobaan. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah morfometri kelenjar hipofisa dan konsentrasi FSH dan LH ekstrak hipofisa sapi Aceh jantan dengan metode ekstraksi yang berbeda. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kemudian disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi berupa nilai rerataan dan standar deviasi.Ekstraksi hipofisa sapi Aceh jantan dengan tiga metode yang berbeda menghasilkan konsentrasi FSH dan LH  yang berbeda. Konsentrasi FSH dan LH hasil ekstraksi dengan metode satu, dua, dan tiga secara berurutan adalah 40.35±20,75 mIU/mg dan 10.26±5,74 mIU/mg, 233.00±47,93 mIU/mg dan 32.09±7,63 mIU/mg, 0 dan 0. Konsentrasi FSH dan LH hasil ekstraksi menggunakan metode satu lebih kecil dibandingkan hasil ekstraksi menggunakan metode dua.Kesimpulan penelitian ini adalah ekstrasi hormon FSH dan LH dari kelenjar hipofisa sapi Aceh jantan dengan metode kedua (metode Sutiyono et al., 2008) menghasilkan konsentrasi FSH dan LH yang paling tinggi jika dibandingkan dengan metode satu (metode Isnaini dan Sayudi, 2004) dan metode tiga (metode Kang et al., 2012 yang dimodifikasi).</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>125026</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-15 15:30:37</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-16 09:25:43</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>