<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="125022">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS DAYA IKAT AIR DAN KETENGIKAN SATE DAGING KERBAU MARINASI DENGAN BAWANG PUTIH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>DELLIA NAFISA SAPURA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian	Peternakan (S1)</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Daging kerbau merupakan salah satu komoditi bahan pangan yang memiliki nilai gizi berupa zat gizi protein yang mengandung susunan asam amino yang lengkap. Daging kerbau pada umumnya alot karena disembelih pada umur tua, serabut otot kasar dan lemaknya putih, rasanya hampir sama dengan daging sapi namun berbau lebih keras. Apabila kerbau sudah memasuki usia tua, maka akan disembelih untuk dimanfaatkan dagingnya. Oleh karena itu perlu segera dilakukan pengolahan untuk mempertahankan kualitasnya, salah satunya adalah dalam bentuk sate daging kerbau.Penggunaaan ekstrak bawang putih mampu dengan menghambat pertumbuhan bakteri, dengan demikian bawang putih menjadi pilihan sebagai bahan pengawet alami untuk daging. Senyawa khas yang terdapat pada bawang putih adalah senyawa sejenis atsiri atau yang biasa disebut allicin yang selain berfungsi sebagai antibakteri juga berfungsi sebagai antiradang yang kuat.&#13;
Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Februari 2024 di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Pengolahan Daging dan Laboratorium Teknologi Hasil Pangan, Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Darussalam, Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan sehingga diperoleh 20 unit percobaan dengan lama perendaman yang berbeda. Perlakuan yang diberikam yaitu P0 (tanpa penambahan bawang putih), P1 (marinasi 2% bawang putih), P2 (marinasi 4% bawang putih), P3 (marinasi 6% bawang putih). Parameter yang akan diuji yaitu daya ikat air dan ketengikan. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa marinasi dengan bawang putih berpengaruh sangat nyata (P</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>125022</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-15 15:12:44</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-16 09:13:07</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>