Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH MULSA ORGANIK DAN DEFOLIASI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERUNG (SOLANUM MELONGENA L.)
Pengarang
Zulfariadi - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0505101010039
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Ilmu Tanah (S1) / PDDIKTI : 54294
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2011
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ZULFARIADI." Pengaruh Mulsa Organik dan Defoliasi terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terung (Solanum melongena L.), dibawah bimbingan Mardhiah Hayati sebagai ketua dan Rita Hayati sebagai anggota.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mulsa organik dan defoliasi terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung, serta nyata tidaknya interaksi antara kedua faktor tersebut.
Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, mulai dari bulan September 2009 sampai Januari 20I0.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) poJa faktorial 3x 3 dengan 3 ulangan, sehingga terdapat 9 kombinasi perlakuan. Adapun faktor yang diteliti adalah pengaruh mulsa organik yang terdiri atas mulsa ampas tebu, mulsa jerami padi dan mulsa alang-alang dan pengaruh defoliasi yang terdiri dari sebanyak 4 helai, 7 helai dan 10 helai ..
Peubah yang diamati yaitu tinggi tanaman pada umur 15, 30 dan 45 hari setelah tanam, jumlah cabang produktif pada umur 60 HST, diameter batang, jumlah buah per tanaman, panjang buah per tanaman, diameter buah per tanaman, berat buah per tanaman dan berat buah terung per buah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mulsa organik berpengaruh sangat nyata terhadap diameter buah per tanaman, berpengaruh nyata terhadap berat buah per tanaman dan berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 15, 30 dan 45 HST, jumlah cabang produktif pada umur 60 HST, diameter batang pada umur 15,30 clan 45 HST, jumlah buah per tanaman, panjang buah per tanaman dan berat buah terung per buah. Hasil terbaik dijumpai pada perlakuan mulsa jerami padi .
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, defoliasi berpengaruh nyata terhadap diameter buah per tanaman dan berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 15, 30 dan 45 HST, jumlah cabang produktif pada umur 60 HST, diameter batang pada umur 15, 30 dan 45 HST, jumlah buah per tanaman, panjang buah per tanaman, berat buah per tanaman dan berat buah terung per buah. Hasil terbaik dijumpai pacla perlakuan defoliasi 4 helai daun.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, terdapat interaksi yang sangat nyata antara perlakuakan mulsa organik dan defoliasi tanaman terung terhadap diameter buah per tanaman dan terdapat interaksi yang berpengaruh nyata terhadap jumlah cabang produktif umur 60 HST, diameter batang umur 30 dan 45 HST, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman dan berat buah terung per buah, namun terdapat
interaksi yang tidak nyata terhadap tinggi tanaman umur 15, 30 dan 45 HST. diameter
batang umur 15 HST dan panjang buah per tanaman. Pertumbuhan terbaik dijumpai pada perlakuan mulsa alang-alang dan defoliasi 10 helai daun.
Tidak Tersedia Deskripsi
PENGARUH JENLS MULSA DAN PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERUNG (SOLANUM MELONGENA L) (Rika Eka Yowanna, 2024)
PENGARUH JENIS MEDIA TANAM DAN KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERUNG UNGU (SOLANUM MELONGENA L.) (Lilis Marhawi, 2015)
PENGARUH VARIETAS DAN JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERUNG(SOLANUM MELONGENA L,) (nurul qamari, 2013)
PENGARUH DOSIS KOMPOS AMPAS TAHU DAN GIBERELIN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERUNG (SOLANUM MELONGENA L.) (LAILA SARI TANJUNG, 2018)
PENGARUH DOSIS PUPUK KOMPOS DAN KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR KULIT NENAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERUNG (SOLANUM MELONGENA L.) (Liza Maqfirah, 2023)