<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="124995">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PENGGUNAAN BERBAGAI JENIS MULSA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BEBERAPA VARIETAS TANAMAN BAWANG MERAH (ALLIUM ASCALONICUM L.) DI LAHAN YANG TERKENA DAMPAK TSUNAMI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Haswandi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2006</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian  ini  bertujuan  untuk mengetahui  pengaruh penggunaan berbagai jenis mulsa terhadap pertumbuhan dan produksi  beberapa varietas bawang merah di lahan yang terkena dampak tsunami, dan mengetahui apakah terdapat interaksi antara perlakuan jenis mulsa dengan perlakuan varietas terhadap pertumbuhan dan produksi bawang merah.  Penelitian dilaksanakan di  Desa Mantak Raya Kecamatan Simpang Tiga  Kabupaten Pidie.  Penelitian  menggunakan  Rancangan Acak Kelompok  pola faktorial  3  x 3  dengan 3  ulangan.  Faktor yang diteliti  adalah mulsa dan    varietas.  Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah Tinggi Tanaman, Jumlah Anakan. Berat   Berangkasan  Basah    dan    Berat   Berangkasan    Kering.  Hasil    penelitian menunjukkan  bahwa mulsa  berpengaruh sangat nyata  terhadap  parameter tinggi tanaman umur 15,  30, dan 45 HST, jumlah anakan umur 30 dan 45 HST, dan berat berangkasan kering,  dan berpengaruh nyata terhadap jumlah  anakan umur 15  HST dan berat berangkasan basah. Mu Isa terbaik adalah mulsa  koran. Varietas berpengaruh sangat  nyata terhadap jumlah  anakan umur 30  HST dan berpengaruh tidak nyata terhadap  tinggi  tanaman umur 15,  30,  dan 45 HST, jumlah  anakan umur I5 dan 45 HST,  berat berangkasan basah dan  berat  berangkasan  kering.  Varietas  yang tepat adalah Bima Juna. Tidak terdapat interaksi  yang nyata antara mulsa dengan  varietas terhadap pertumbuhan dan produksi bawang merah.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>MULCH TILLAGE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SHALLOTS - GARDEN CROP</topic>
 </subject>
 <classification>631.451</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>124995</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-15 11:30:46</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-01 10:02:56</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>