<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="124915">
 <titleInfo>
  <title>PEMETAAN HUTAN PINUS DI KABUPATEN ACEH TENGAH MENGGUNAKAN OBJECT BASED IMAGE ANALYSIS (OBIA)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hiwana alfadhila</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas pertanian Ilmu Tanah</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pinus (merkusii Jungh. et de Vriese), sebagai salah satu komoditas hutan yang penting&#13;
bagi manusia, memiliki nilai ekonomi, sosial, dan ekologi yang signifikan. Secara ekonomi,&#13;
pinus dapat menghasilkan berbagai produk; secara sosial, hutan pinus memberikan manfaat&#13;
kepada masyarakat sekitar; sementara secara ekologi, tegakan pinus berperan sebagai&#13;
pengendali tata air dan pencegah tanah longsor. Pinus termasuk dalam jenis pohon serba guna&#13;
yang terus-menerus dikembangkan, dan penanamannya penting untuk masa depan dalam hal&#13;
penghasilan kayu, produksi getah, dan konservasi lahan. Tanaman pinus telah lama ditanam di&#13;
berbagai wilayah di Indonesia sebagai bagian dari program reboisasi. Di Aceh, khususnya di&#13;
Kabupaten Aceh Tengah, pengembangan usaha hutan tanaman pinus menjadi salah satu&#13;
prioritas dalam pemanfaatan kawasan hutan. Namun belum adanya data luasan hutan pinus&#13;
maka dilakukannya penelitian dengan memetakan hutan pinus dengan memanfaatkan&#13;
teknologi penginderaan jauh.&#13;
Penelitian ini menggunakan pendekatan object based image analysis (OBIA) untuk&#13;
memetakan hutan pinus. OBIA merupakan pendekatan yang proses klasifikasinya tidak hanya&#13;
mempertimbangkan aspek spektral namun juga aspek spasial objek. Objek dibentuk melalui&#13;
proses segmentasi yang merupakan proses pengelompokkan piksel berdekatan dengan kualitas&#13;
yang sama (kesamaan spektral). Hasil klasifikasi object based image analysis yaitu pada level&#13;
1, kelas vegetasi mendominasi dengan luas 441,293,73 ha, mencakup 97,47% dari luas&#13;
keseluruhan. Sementara itu, kelas non-vegetasi memiliki luas 11,459,67 ha, atau 2,53% dari&#13;
total. Pada level 2 menghasilkan 5 kelas turunan dari 2 kelas sebelumnya. Turunan kelas&#13;
vegetasi terbagi menjadi hutan dengan luas 359,506,54 ha (79,40%) dan Vegetasi non - hutan&#13;
dengan luas 81,787,19 ha (18,06%). Sementara turunan dari kelas non-vegetasi meliputi badan&#13;
air seluas 6,,445,44 ha 1,42%), lahan terbuka seluas 2,341,70 ha (0,52%), dan pemukiman&#13;
seluas 2,672,53 ha (0,59%).&#13;
Berdasarkan klasifikasi level 3 yang menghasilkan kelas hutan pinus dan non pinus, di&#13;
dapatkan sebaran hutan pinus dengan luas. 34.440,98 ha. Dengan akurasi pada level 3&#13;
menghasilkan nilai producers accuracy untuk kelas pinus 97,1%, untuk nilai users accuracy&#13;
pada kelas pinus 85,0%. Pada kelas non pinus 418.312,41 dengan persentase 86,6%, sedangkan&#13;
nilai users accuracy yang dihasilkan 97,5%. Nilai overall accuracy yang dihasilkan kedua&#13;
kelas yaitu 91 % dengan nilai kappa sebesar 82%.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>124915</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-12 15:24:24</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-12 17:13:55</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>