<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="124879">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS MIKROBIOLOGI PADA DAGING AYAM BROILER YANG DIJUAL DI PASAR AL-MAHIRAH, BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RESTI WAHYUNI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian	Peternakan (S1)</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Daging ayam merupakan sumber protein hewani yang memiliki nilai nutrisi yang tinggi, di dalam daging ayam terkandung protein yang berkualitas tinggi karena terdapatnya kengandungan asam amino esensial yang lengkap. Selain itu daging ayam memiliki rasa yang enak, tekstur yang lembut, dan harga lebih terjangkau sehingga sangat banyak digemari oleh banyak orang. Namun daging ayam sangat rentan terkontaminasi oleh mikroba, kontaminasi ini biasanya terjadi dari beberapa hal seperti cara pemeliharaan ayam, proses dalam pemotongan, peralatan dan sumber air yang digunakan, dari lingkungan sekitar dan pekerja atau penjual itu sendiri. Kontaminasi ini di dukung juga oleh kandungan protein dan kandungan air yang tinggi pada daging ayam sehingga kondisi tersebut sangat mudah untuk pertumbuhan mikroba. Daging ayam segar yang memiliki cemaran mikroba diatas ambang batas SNI nomor 7388:2009 akan membuat daging mengalami pembusukan dan secara perlahan akan menurunkan kualitas daging tersebut serta juga dapat menimbulkan gangguan kesehatan bagi yang mengkonsumsinya. Tinggi atau rendahnya kontaminasi mikroba pada daging berhubungan erat dengan higienitas pada penanganan daging tersebut, sehingga dikatakan sebagai bakteri indikator dari higienitas, serta pengolahan serta keamanan daging ditentukan oleh kontaminasi mikroba. Oleh karena itu untuk melihat tingkat cemaran pada daging ayam perlu dilakukan pengujian mikrobiologi seperti ( Coliform, S. aureus, dan TPC) terutama daging ayam yang dijual di pasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menentukan tingkat cemaran pada daging ayam broiler yang dijual di pasar Al-Mahirah, Banda Aceh dengan melaui analisi mikobiologi.&#13;
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2023- Januari 2024 dengan menggunakan metode hitungan cawan. Sampel dipilih secara purposive sampling. Hasil data yang diperoleh dianalisi secara deskriptif yang disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian ini akan mengacu pada SNI Nomor 7388:2009 tentang Batas Maksimum Cemaran Mikroba pada daging ayam segar. Parameter yang diamati pada penelitian ini yaitu Coliform, Staphylococcus aureus, dan Total Plate Count (TPC). &#13;
Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilaksanakan dapat diketahui tingkat cemaran Coliform pada daging ayam yang dijual di pasar Al-Mahirah, Banda Aceh mencapai 63% dari sampel yang diuji, tingkat cemaran S. aureus pada daging ayam yang dijual pada pasar Al-Mahirah mencapai 100% dari sampel yang diuji dan tingkat cemaran TPC pada daging ayam broiler yang dijual di pasar Al-Mahirah sekitar 38% dari sampel yang diuji. Hal ini menujukan bahwa daging ayam yang dijual pada pasar Al-Mahirah, Banda Aceh masih belum memenuhi syarat standar baku Batas Maksimum Cemaran Mikroba pada daging ayam mentah sesuai dengan yang ditetapkan SNI Nomor 7388:2009 yaitu untuk Total Plate Count (TPC) 1 x 106 CFU/g, untuk Coliform 1 x 102 CFU/g, dan untuk S.aureus 1 x 102 CFU/g. Sehingga mengakibatkan kualitas daging ayam yang dijual masih rendah serta higienitas dari pedagang masih belum baik.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>124879</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-12 12:19:09</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-12 15:42:25</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>