ANALISIS KETERSEDIAAN DAN KEBUTUHAN AIR IRIGASI UNTUK TANAMAN PADI DI DAERAH IRIGASI KRUENG KEUMALA KABUPATEN PIDIE | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS KETERSEDIAAN DAN KEBUTUHAN AIR IRIGASI UNTUK TANAMAN PADI DI DAERAH IRIGASI KRUENG KEUMALA KABUPATEN PIDIE


Pengarang

Harry Munawar - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0205106010026

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2009

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Bagi daerah Kabupaten Pidie, alokasi air untuk irigasi rnendapat prioritas yang tinggi mengingat kebijaksanaan yang ditempuh selama ini adalah peningkatan produksi pangan, apalagi beras merupakan komoditi strategis yang langsung menyangkut kestabilan nasional.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengelahui ketersediaan air irigasi pada daerah irigasi Krueng Keumala dan kebutuhan air irigasi untuk tanaman padi pada musim tanam gadu pada daerah irigasi Krueng Keumala.
Penelitian ini menggunakan metode survey, data primer berupa data evaporasi, perkolasi, dan evapotranspirasi. Penelitian dilakukan selama bulan Juli sampai bulan Oktober pada tahun 2007.Untuk menghirung evaporasi, perkolasi dan evapotranspirasi adalah dengan menggunakan potongan drum. Sedangkan data sekunder berupa peta daerah Kabupaten Pidie, peta lokasi penelitian dan peta jaringan irigasi Krueng Keumala, data debit bulanan tahun 1997-2006, dan data cu.rah hujan tahun 2007 untuk menghitung ketersediaan air irigasi. Ketersediaan air irigasi dihitung dengan menggunakan metode rangking.
Berdasarkan hasil pengolahan data, ketersediaan air berdasarkan metode rangking debit tertinggi peluang ketersediaan air 80% (Q80) terjadi pada bulan November sebesar 13,9 m3 /det dan terendah pada bulan Agustus sebesar 6,17 m'/det. Nilai evaporasi rata-rata untuk tanaman padi dari bulan Juli sampai dengan Oktober adalah sebesar 4,21 mm/hari, nilai perkolasi rata-rata untuk tanaman padi dari bulan Juli sampai dengan Oktober adalah sebesar 4,1l mm/hari, Nilai evapotranspirasi rata-rata untuk tanaman padi dari bulan Juli sampai dengan Oktober adalah sebesar 8,01 mm/hari, Nilai curah hujan efektif rata-rata untuk tanaman padi dari bulan Juli sampai dengan Oktober adalah sebesar 4,94 mm/hari, Nilai Net Field Requirement (NFR) rata-rata untuk tanaman pacti dari bulan Juli sampai dengan Oktober adalah sebesar 8, 18 mm/hari, Nilai Tertiary Field Requirement (TFR) rata-rata untuk tanaman padi dari bulan Juli sampai dengan Oktober adalah sebesar 1,I8 It/det/ha, Nilai Diversion Requirement (DR) rata-rata untuk tanaman padi dari bulan Juli sampai dengan Oktober adalah sebesar 1,35 It/det/ha. Debit tertinggi sebesar 13,9 m'/det atau 432.345.600 m', sedangkan kebutuhan air untuk masa tanam padi gadu di daerah irigasi Krueng Keumala dengan awal masa tanam pada bulan Juli menghasilkan kebutuhan air irigasi sebesar 11,20 m'/det. Kebutuhan air irigasi maksimum di daerah irigasi Krueng Kewnala untuk masa tanam padi gadu sebesar 116.121.600 m'. Jadi hubungan antara ketersediaan air dengan kebutuhan air irigasi pada daerah irigasi Krueng Keumala adalah terjadi surplus air terutama pada bulan Oktober.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK