Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS DEBIT PUNCAK (PEAK DISCHARGE) PERPERIODE ULANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE RASIONAL DI DAS KRUENG ACEH
Pengarang
Herman - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0105106010031
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2009
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
DAS Krueng Aceh terletak pada dua wilayah administra tif, yaitu; Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar. DAS Krueng Aceh didominasi oleh dataran rendah berupa daerah cekungan dan dataran serta bukit bergelombang, pegunungan dan perbukitan. Topografi wilayah bervariasi dari datar sampai curam dan terletak pada ketinggian 0-1. 710 mdpl. Dataran dengan lereng 0 - 8% mendominasi daerah tengah memanjang ke hilir,
sedangkan perbukitan dan pegunungan mengapitnya dibagian huJu. Bu.kit bergelombang dengan luas J 7% dari luas wilayah terdapat dipinggir bagian hilir.
Metode Rasional adalah metode tertua yang Pertama kali diajukan oleh Kuichling di USA tahun 1889. Metode ini dapat dikerjakan bila hanya tersedia data hujan untuk mengestimasi debit banjir yang terjadi pada suatu tempat yang akan di teliti. Rumus Rasional sangat berguna untuk merancang saluran pembuang air hujan dari teras. Debit puncak dihitung atas dasar rancangan curah hujan dengan periode ulang tertentu tergantung nilai penting bangunan atau resiko banjir.
Dari analisis statistik aliran sungai dengan elevasi dibawah 3000 m maka dapat menggunakan metode Rasional dalam menentukan debit puncak (Q = 0.278 CIA), dimana C, I dan A berturut-turut merupakan koetisien runoff, intensitas curah hujan dan luas daerah aliran sungai. Dengan koefisien Runoff rata-rata 0.17. curah hujan maksimum terjadi pada tahun 2000 berkisar 185 mm dan terendah pada 60 mm pada tahun 2003. Pada periode ulang 2 tahun dengan curah hujan maksimum 96,34 mm, maka intensitas curah hujan yang terjadi 2,20 mm/jam dan dengan debit puncak yang dihasilkan 213,76 m'/s. Pada periode ulang 1000 tahun didapatkan curah hujan maksimum 1049,71 mm dengan intensitas curah hujannya 23,96 mm/jam maka diperoleh debit puncaknya 2329,18 m'/s. Hal ini menjelaskan bahwa terjadi fluktuasi debit puncak yang sangat besar yang disebabkan oleh kerusakan hutan di DAS Krueng Aceh.
Tidak Tersedia Deskripsi
ANALISIS DEBIT PUNCAK (PEAK DISCHARGE) PERPERIODE ULANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE RASIONAL DI DAS KRUENG ACEH (Herman, 2024)
KAJIAN SKENARIO PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP DEBIT PUNCAK DAN KAPASITAS TAMPUNG SUNGAI DI DAS KRUENG SEUNAGAN PROVINSI ACEH (AFRIADI IHSAN, 2021)
PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP DAS KRUENG MEUREUDU DAN DEBIT PUNCAK DI DAS KRUENG MEUREUDU (Teuku Reza Pahlevi, 2024)
PENGARUH PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP EROSI DAN DEBIT PUNCAK DI SUB DAS AIH BOBO KABUPATEN GAYO LUES (Abdurrahman, 2025)
ANALISIS ANGKUTAN SEDIMEN DAN RATING CURVE SEDIMEN PADA SUNGAI KRUENG MEUREUBO (FILDZAH AQILA HAYA, 2026)