<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="124849">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>DESRY WAHYUNI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ekonomi</publisher>
   <dateIssued>2009</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perataan laba (income smoothing) adalah suatu cara yang digunakan manajemen untuk mengurangi fluktuasi laba yang dilaporkan agar sesuai dengan target yang diinginkan baik secara artificial (melalui metode akuntansi) maupun secara riil (melalui transaksi). Tindakan perataan laba dianggap sebagai tindakan umum yang dilakukan oleh manajemen untuk mencapai maksud tertentu. Baik itu untuk kepentingan investor, kreditor, dan kepentingan manajemen sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalis pengaruh firm size, winner/loser stock, dan debt to equity ratio terhadap perataan laba pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pemilihan sampel dilakukan dengan menggunakan purposive sampling. Sampel yang terpilih sebanyak 35 perusahaan selama 3 tahun pengamatan (pooled data) yaitu dari tahun 2005 sampai 2007, sehingga jumlah sampel menjadi 105 pengamatan. Model analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah regresi logistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Firm size, winner/loser stock, dan debt to equity ratio secara simultan berpengaruh signifikan terhadap perataan laba pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI, 2) Firm size berpengaruh signifikan terhadap perataan laba pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI, 3) Winner/loser stock tidak berpengaruh signifikan terhadap perataan laba pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI, 4) Debt to equity ratio tidak berpengaruh signifikan terhadap perataan laba pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI. Kata kunci: Perataan Laba, Firm Size, Winner/Loser Stock, dan Debt to Equity Ratio</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>124849</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-12 11:19:23</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-12 11:19:23</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>