<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="124847">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS HUBUNGAN PARAMETER KUAT GESER DAN INDEKS KOMPRESI TANAH URUG KABUPATEN ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fadhlurrahman Ilhan Ananda</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Sipil</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sebagai wilayah yang dekat dengan Ibu Kota Provinsi Aceh, Aceh Besar juga ikut dalam dinamika pembangunan konstruksinya. Banyak konstruksi baik di Kabupaten Aceh Besar maupun Kota Banda Aceh yang menggunakan material yang bersumber dari wilayah Aceh Besar salah satunya tanah timbun. Tanah timbun kerap digunakan sebagai penambahan tanah subgrade untuk mencapai muka tanah elevasi yang diinginkan. Tanah timbun juga ikut menahan beban baik beban tanah sendiri maupun beban konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara parameter kuat geser yaitu sudut geser () dan kohesi (c) dengan indeks kompresi (Cc) serta melakukan analisis terhadap sifat fisis tanah urug yang digunakan di Kabupaten Aceh Besar. Pengujian menggunakan n = 10 sampel dari wilayah Kabupaten Aceh Besar yang berbatasan dengan Kota Banda Aceh. Pengujian sifat fisis yang dilakukan diantaranya pengujian berat jenis, batas – batas Atterberg, dan analisis ukuran butiran. Dari pengujian fisis didapatkan klasifikasi tanah. Pengujian sifat mekanis yang dilakukan adalah uji  proctor, uji konsolidasi dan uji kuat geser langsung. Dari uji Proctor didapat nilai kepadatan kering maksimum (MDD) dan kadar air optimum (OMC) untuk membuat tanah remolded yang digunakan untuk pengujian mekanis berikutnya. Pengujian konsolidasi menghasilkan nilai Cc yang berikutnya dianalisis bersama dengan data dari uji kuat geser langsung yaitu sudut geser ( dan kohesi (c). Hasil penelitian diperoleh persamaan Cc = -0.004+ 0.135, Cc = -0.017 + 0.217 dan Cc = -0.0019 + 0.063 beserta R2 sebesar 0.493, 0.999 dan 0.548. Persamaan berikutnya yang didapat adalah Cc = -0.039c + 0.099, Cc = -0.281c + 0.185 dan Cc = -0.106c + 0.147 dengan R2 sebesar 0.364, 0.795 dan 0.371.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>124847</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-12 11:15:38</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-12 14:32:50</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>