<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="124794">
 <titleInfo>
  <title>PERBEDAAN KADAR HBA1C SEBELUM DAN SETELAH PEMBERIAN VITAMIN D PADA PASIEN SINDROMA OVARIUM POLIKISTIK</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Marlia Adelina</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Dokter Spesialis-I Obstetri dan Ginekologi Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Pendahuluan: Vitamin D termasuk vitamin yang sangat berperan dalam proses biosintesis hormon pada wanita. Terganggunya regulasi hormonal tubuh dapat menimbulkan berbagai kondisi patologi pada wanita seperti kejadian Sindroma ovarium polikistik (SOPK) yang sering terjadi pada wanita usia produktif. Kejadian SOPK berkaitan dengan resistensi insulin dan resiko komplikasi metabolik lain. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh pemberian vitamin D terhadap perubahan kadar HbA1C pada penderita SOPK.&#13;
Metode: penelitian ini menggunakan desain Randomized control trial (parallel trial). Kelompok intervensi diberikan suplementasi vitamin D 50.000 IU setiap minggu selama 8 minggu. Pemeriksaan kadar HbA1C dilakukan sebelum dan setelah intervensi. Analisis Mann-Whitey U test digunakan dalam penelitian ni dengan tingakat kepercayaan 95%.&#13;
Hasil: Sebanyak 36 subjek penderita SOPK terlibat dalam penelitian ini yang tebagi sebanyak 19 orang pada masing – masing kelompok. Rerata kadar HbA1C pada kelompok SOPK sebelum dan setelah mendapat vitamin D tidak mengalami perubahan signifikan yakni sebesar 5,3%. Tidak terdapat perbedaaan perubahan kadar HbA1C antar kelompok dengan dan tanpa pemberian vitamin D (p = 1,000).&#13;
Kesimpulan: Pemberian suplementasi vitamin D tidak mempengaruhi perubahan kadar HbA1C pada penderita SOPK. Vitamin D berperan penting dalam regulasi hormon reproduksi dan potensial digunakan dalam manajemen SOPK dengan dosis dan waktu suplementasi yang tepat.&#13;
&#13;
Kata Kunci: SOPK, vitamin D, HbA1C &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>124794</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-11 17:09:48</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-12 09:23:06</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>