<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="124785">
 <titleInfo>
  <title>PEMANFATAAN TULANG IKAN TUNA (THUNNUS ALBACARES) DARI PT. YAKIN PASIFIK TUNA SEBAGAI SUMBER KOLAGEN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SATRIA PRATAMA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kelautan dan Perikanan (S1)</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tulang ikan tuna mengandung kolagen sebesar 18.6% dari 19.86% unsur organik protein kompleks. Pemanfaatan kandungan kolagen pada tulang ikan tuna (Thunnus albacares) dapat mengurangi terjadinya pencemaran lingkungan. PT. Yakin Pasifik Tuna merupakan perusahaan di aceh yang bergerak pada pengolahan eksportir ikan tuna, dimana pemanfaatannya selama ini masih belum berjalan dengan baik sehingga limbah dari industri tersebut langsung dibuang. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan tulang ikan tuna sebagai sumber kolagen yang diekstraksi menggunakan pelarut asam dengan jenis dan konsetrasi asam yang berbeda. Metode analisis yang digunakan yaitu metode analisis secara deskriptif. Kolagen yang diperoleh dianalisis rendemen, proksimat (kadar air, abu, lemak dan protein) dan pH. Kolagen dengan perlakuan terbaik selanjutnya dianalisis gugus fungsi menggunakan FTIR (Fourier Transform Infra-Red) dan morfologinya dianalisis menggunakan SEM (Scanning electron microscopy). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bahwa semakin tinggi konsentrasi asam, maka semakin banyak kolagen yang dihasilkan. Rendemen kolagen tertinggi terdapat pada pelarut HCl 1,0M dengan persentase sebesar 31,66% (kadar air 3,6%, abu 1,2%, lemak 0,2%, protein 89,5%). Semua kolagen yang dihasilkan berada pada kisaran pH 7 dengan warna putih (pelarut HCl) secara visual. Hasil analisis FTIR kolagen dari tulang tuna didapatkan puncak serapan amida A (3452 cm-1), amida B (2877 cm-1), amida I (1655 cm-1), amida II (1540 cm-1), amida III (1240 cm-1) pada pelarut CH3COOH. Morfologi kolagen yang dihasilkan berbentuk gumpalan bulat yang berserat dan memiliki serabut berwarna putih pada  permukaannya. Secara keseluruhan, kolagen telah berhasil diekstraksi menggunakan pelarut HCl dan CH3COOH dengan karakteristik yang menyerupai kolagen komersil.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>124785</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-11 16:25:28</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-12 08:56:24</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>