<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="124775">
 <titleInfo>
  <title>EFEKTIFITAS KRIM EKSTRAK KULIT BUAH PISANG KEPOK (MUSA PARADISIACA L.) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA SAYAT MENCIT (MUS MUSCULUS L.) PADA FASE EPITELISASI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Laila Selpiana</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Biologi</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian krim ekstrak kulit&#13;
buah pisang kepok yang tepat untuk penyembuhan luka sayat pada mencit (Mus&#13;
musculus L.). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak&#13;
Lengkap (RAL). Sebanyak 21 individu mencit berumur 2-3 bulan dengan rerata&#13;
berat badan 25 gram dibagi menjadi tujuh perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan (PI)&#13;
diberikan basis krim, perlakuan (II) diberikan Sulfadiazine , dan pemberian ekstrak&#13;
kulit buah pisang kepok dengan dosis yang berbeda,yaitu secara berurut adalah&#13;
(PIII) konsentrasi 3%, (PIV) konsentrasi 6%, (PV) konsentrasi 9%, (PVI)&#13;
konsentrasi 12% , dan (PVII) konsentrasi 15%. Luka sayatan 2 cm dibuat di daerah&#13;
paravertebral. Pengobatan luka dilakukan dua kali sehari selama 7 hari. Data hasil&#13;
penelitian dianalisis dengan analisis statistik yang menguji perbedaan rerata antar&#13;
perlakuan (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian diperoleh&#13;
bahwa krim ekstrak kulit buah pisang kepok memiliki efektivitas yang baik dalam&#13;
menambah ketebalan epitel dan kepadatan kolagen. Adapun rerata ketebalan epitel&#13;
setelah pemberian basis krim pada luka mencit adalah 18,60 ± 3,403 µm,&#13;
sulfadiazine 63,77 ± 1,556 µm, krim 3% 69,42 ± 4,445 µm, krim 6% 57,06 ± 8,178&#13;
µm, krim 9% 29,27 ±1,955 µm, krim 12% 19,90 ±3,322 dan krim 15% 47,10 ±&#13;
5,853 µm. Sedangkan rerata kepadatan kolagen setelah pemberian basis krim pada&#13;
luka mencit adalah 17,41 ± 2,198 %, sulfadiazine 28,71 ± 1,726 %, krim 3% 31,52 ±&#13;
3,065 %, krim 6% 39,52 ± 1,091 %, krim 9% 24,81 ±2,554 %, krim 12% 21,67 ±&#13;
0,748 % dan krim 15% 44,10 ± 1,804 %. Kesimpulan dari penelitian ini adalah krim&#13;
ekstrak kulit buah pisang kepok efektif dalam menyembuhkan luka sayat pada&#13;
mencit serta memperlihatkan penambahan ketebalan epitel tertinggi pada dosis 3%&#13;
dan penambahan kepadatan kolagen pada dosis 15%.&#13;
&#13;
Kata kunci: Ekstrak kulit buah pisang kepok, krim, epitel, kolagen</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>124775</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-11 15:29:19</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-11 16:35:52</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>