HUBUNGAN PEMAAFAN DENGAN RESILIENSI PADA IBU YANG MEMILIKI ANAK PENYINTAS KEKERASAN SEKSUAL | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

HUBUNGAN PEMAAFAN DENGAN RESILIENSI PADA IBU YANG MEMILIKI ANAK PENYINTAS KEKERASAN SEKSUAL


Pengarang

Wulan Tursina - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Kartika Sari - 197910192009122002 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

1907101130012

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Psikologi (S1) / PDDIKTI : 73201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran Psikologi., 2024

Bahasa

Indonesia

No Classification

155.418

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Kekerasan seksual merupakan suatu perilaku intimidasi yang berkaitan dengan keintiman atau hubungan seksual yang dilakukan secara paksa oleh pelaku terhadap korban, sehingga menyebabkan korban menderita secara mental, materi dan fisik. Dampak kekerasan seksual tidak hanya dirasakan oleh anak yang menjadi penyintas kekerasan seksual, namun juga dirasakan ibu saat mengetahui anak menjadi penyintas, sehingga mengakibatkan kesehatan mental yang terganggu seperti pikiran yang tidak fokus, somatisasi, dan gangguan stres pasca trauma. Gangguan psikologis tersebut dapat mempengaruhi resiliensi ibu, sehingga dibutuhkan pemaafan dalam menjalani dan menghadapi peristiwa yang penuh tekanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pemaafan dengan resiliensi pada ibu yang memiliki anak penyintas kekerasan seksual. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden 37 ibu yang memiliki anak penyintas kekerasan seksual. Alat ukur menggunakan Brief Resilience Scale yang disusun oleh Smith dan Transgression Related Interpersonal Scale Motivations (TRIMS-18) yang disusun oleh McCullough. Hasil analisis data menunjukkan nilai signifikansi (p)= 0.001 (p

ABSTRACT Sexual violence is an intimidating behavior related to intimacy or sexual intercourse that is forcibly carried out by the perpetrator against the victim, causing the victim to suffer mentally, materially and physically. The impact of sexual violence is not only felt by children who are survivors of sexual violence, but also by mothers when they know their children are survivors, resulting in disturbed mental health such as unfocused thoughts, somatization, and post-traumatic stress disorder. These psychological disorders can affect the mother's resilience, so forgiveness is needed in undergoing and dealing with stressful events. The purpose of this study was to determine the relationship between forgiveness and resilience in mothers who have children who are survivors of sexual violence. The sampling technique used purposive sampling with 37 respondents who have children who are survivors of sexual violence. The measuring instrument uses the Brief Resilience Scale compiled by Smith and the Transgression Related Interpersonal Scale Motivations (TRIMS-18) compiled by McCullough. The results of data analysis showed a significance value (p) = 0.001 (p

Citation



    SERVICES DESK