HUBUNGAN ANTARA COUPLE RESILIENCE DENGAN KEPUASAN PERNIKAHAN INDIVIDU PADA PERIODE AWAL PERNIKAHAN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

HUBUNGAN ANTARA COUPLE RESILIENCE DENGAN KEPUASAN PERNIKAHAN INDIVIDU PADA PERIODE AWAL PERNIKAHAN


Pengarang

INTAN MAULISA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Zaujatul Amna - 198409272019032009 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

1907101130029

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Psikologi (S1) / PDDIKTI : 73201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Periode awal pernikahan yang berada pada 10 tahun pertama pernikahan merupakan
masa penyesuaian bagi pasangan suami istri, yang di dalamnya terdapat banyak
permasalahan yang dihadapi seperti komunikasi, pola pengasuhan anak, kurangnya
perhatian yang diberikan oleh pasangan, dan juga permasalahan ekonomi yang
berdampak bahkan mempengaruhi kepuasan pernikahan. Oleh karena itu, individu
membutuhkan couple resilience atau kemampuan untuk melakukan suatu perilaku dalam
hubungan yang dapat membantunya untuk beradaptasi dan mempertahankan kepuasan
pernikahan ketika menghadapi situasi yang sulit dalam pernikahan. Tujuan dilakukannya
penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara couple resilience dengan kepuasan
pernikahan individu pada periode awal pernikahan. Penelitian ini menggunakan metode
kuantitatif korelasional dengan teknik quota sampling terhadap 300 sampel yang sudah
menikah di provinsi Aceh. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa ENRICH
Marital Satisfaction (EMS) Scale dan Couple Resilience Inventory (CRI). Hasil analisis data
dengan teknik Spearman-Brown Formula menemukan hubungan positif antara couple
resilience positive dengan kepuasan pernikahan (r = 0,344), sedangkan couple resilience
negative memiliki hubungan negatif dengan kepuasan pernikahan (r = -0,283).

Kata kunci: Couple Resilience, Kepuasan Pernikahan, Periode Awal Pernikahan, 10 tahun
pertama pernikahan

The initial period of marriage is in the range of the first ten years, which is a period of adjustment for married couples who are vulnerable to problems such as communication, childcare patterns, lack of attention given by partners, and economic problems that can ultimately have an impact on marital satisfaction. Therefore, individuals need couple resilience or the ability to perform a behavior in a relationship that can help them adapt and maintain marital satisfaction when facing difficult situations in marriage. The purpose of this study was to determine the relationship between couple resilience and individual marital satisfaction in the early period of marriage using the quantitative correlation of 300 married samples in Aceh Province. ENRICH Marital Satisfaction (EMS) Scale and Couple Resilience Inventory (CRI) are 2 instruments used for data collection. The results of the Spearman-Brown Formula analysis found a positive relationship between couple resilience and marital satisfaction (r = 0.344), and there was a relationship between negative couple resilience and marital satisfaction (r = -0.283). Keywords: Couple Resilience, Marital Satisfaction, Early Marriage Period, A 10 years of marriage

Citation



    SERVICES DESK