<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="124738">
 <titleInfo>
  <title>IDENTIFIKASI TINGKAT KEKRITISAN  LAHAN MENGGUNAKAN SISTEM  INFORMASI  GEOGRAFIS (SIG)  PADA SUB DAS KRUENG INONG KABUPATEN ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Tarmizi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2005</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pemanfaatan tanah yang berlebihan atau pengelolaan  lahan yang salah dan penggunaan lahan tanpa mengindahkan kaidah-kaidah konservasi tanah telah menimbuJkan kemerosotan produktivitas tanah yang akhirnya menyebabkan lahan tersebut rusak (kritis).  Lahan kritis  merupakan lahan  yang keadaan fisiknya tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukannya sebagai media produksi dan media tata air, dengan kata lain lahan yang kehilangan lapisan  tanah atasnya (top soil). Untuk mempennudah analisa dapat digunakan perangkat Sistem lnfonnasi Geografis (SIG),  yaitu  suatu sistem analisa data geografis dengan menggunakan sistem  ArcView 3.2.  Pemanfaatan  sistem  ini  bertitik  tolak  dari   prinsip dasar bahwa penetapan lahan kritis berkaitan dengan data geografis, maka Sistem Informasi Geografis (SIG) dapat  digunakan untuk mengidentifikasi tingkat kekritisan lahan sehingga luasan dan sebaran lahan kritis akan  diketahui dengan  cepat dan akurat.&#13;
          Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kekritisan lahan dan klasifikasi  lahan  kritis di Sub DAS Krueng Inong dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG)&#13;
          Penelitian ini dilakukan dengan tujuh tahap penelitian, yaitu : (l) pengumpulan  peta dan  data, (2)  pengecekan  peta dasar dan  peta tematik,  (3) digitasi  peta,  (4)   overlay/tumpangsusun,   (5)   penentuan  tingkat  bahaya  erosi (TBE), (6) penentuan klasifikasi  tingkat kekritisan lahan  dan (7) tahap penyajian hasil  berupa penyajian  data-data dan peta, hasil   analisis data  dengan  SIG dan penentuan TBE serta klasifikasi  tingkat kekritisan  lahan  dengan  perintah query dan  calculate.&#13;
          Sub Daerah Aliran Sungai (DAS)  Krueng Inong memiliki  luas 42.295,314 ha dengan nilai erosivitas hujan periode (1994 - 2003) sebesar 2004,817 cm/tahun Memiliki enam jenis penutupan lahan yaitu sawah, hutan, kebun campur, pemukirnan,  semak  belukar  dataran rendah dan  semak belukar dataran tinggi. Sebahagian besar ditutupi  hutan seluas 31.846,235  ha (75,30  persen).  Keadaan topografi sebahagian  besar bergunung (77,76  persen) dengan jenis  tanah  yang dominan yaitu komplek podsolik merah kuning, latosol dan litosol sebesar 52,70 persen dengan kedalaman tanah &gt; 90 cm seluas 36.568,710   ha (86,46 persen).&#13;
           Pendugaan  erosi  aktual   tertinggi   yaitu  sebesar  1.154,775  ton/ha/tahun dengan luas  57,144  ha atau 0,14  persen dari luas  Sub DAS Krueng Inong.  Erosi Aktual  terendah yaitu  sebesar 0,073  ton/ha/tahun dengan luas  108,494  Ha atau&#13;
0,26 persen. Erosi aktual tertinggi terjadi karena penutupan lahan berupa semak/belukar  pegunungan yang  tidak  ada  usaha konservasi  tanah dan  lahan dengan kelerengan  sangat curam &gt; 40  persen (LS = 12).  Erosi aktual terendah terjadi karena penutupan lahannya berupa  sawah  yang  sangat  jarang terjadi  erosi bahkan tidak pernah ada dan  kelerengannya yang datar (0-3  persen).&#13;
Sub DAS Krueng  Inong memiliki  tingkat  bahaya  erosi (TBE)  yang tinggi mencapai  45,63  persen  atau  seluas   19.928,845  ha.  Terdapat   Iima  kelas  tingkat bahaya  erosi,  yaitu  :     kelas  sangat  ringan  (Kelas  0)  seluas  4.053,830  ha (9,58 persen),  kelas  ringan  (Kelas  I) seluas   1.274,305  ha  (3,01  persen),  kelas  sedang  (Kelas   II)  seluas   7.241,447   ha  (17,12   persen),   kelas  berat  (Kelas  III)  seluas&#13;
17.598,292  ha (41,6lpersen) dan kelas  sangat  berat (Kelas  IV) seluas  12.127,642&#13;
ha (28,67  persen)&#13;
Klasifikasi  tingkat  kekritisan   lahan  di  kawasan   hutan  lindung  terdapat kelas   kritis  seluas   2.884,622   ha  atau   12,16   persen.   Kelas   agak   kritis   seluas&#13;
7.301,149  ha atau  30,77  persen.  Kelas  potensial  kritis  seluas  11.854,898  ha atau&#13;
49,97 persen dan kelas tidak kritis seluas  1.685,513  ha atau 7,10 persen.&#13;
Pada    kawasan    budidaya    untuk    usaha    pertanian,    kJasifikasi   tingkat kekritisan lahan untuk kelas sangat  kritis terdapat  seluas 341,513 ha (3,03 persen). Kelas   kritis   seluas   238,679   ha   (2,12   persen).   Kelas   potensial    kritis   seluas&#13;
10.691,786  ha  (94,74  persen).  Kelas  tidak  kritis  seluas   12,968  ha  (0,11  persen)&#13;
luas Sub DAS Krueng Inong.&#13;
Pada  kawasan  lindung diluar  kawasan  hutan, klasifikasi  tingkat  kekritisan laban  untuk  kelas  kritis terdapat  seluas  3.145,562  ha (43,18  persen).  Kelas  agak k:ritis seluas 2.766,814  ha (37,98  persen).  Kelas potensial  kritis seluas  352,715  ha (4,84 persen) dan kelas tidak kritis seluas  1.018,975 ha (14,00  persen).&#13;
Total   keseluruhan    klasifikasi   tingkat   kekritisan    lahan   pada   sub   DAS&#13;
Krueng  Inong  adalab  kelas  sangat  kritis  seluas  341,513  ha (0,80  persen),   kelas kritis seluas  6.268,863  ha (14,82  persen),  kelas  agak  kritis seluas  10.0067,963 ha (23,80  persen),    kelas potensial  kritis  seluas  22.889,399   ha (54,  15  persen)  dan kelas tidak kritis seluas 2.717,456 ha (6,43 persen)&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>124738</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-11 12:24:01</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-11 12:24:01</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>