Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH JARAK SPRINKLER DAN JARAK PIPA LATERAL TERHADAP KESERAGAMAN DISTRIBUSI AIR PADA SISTEM IRIGASI CURAH TIPE SLOW ROTATION DOUBLE NOZZLE
Pengarang
Mangasa dowes D T - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
9851611501
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2007
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh jarak sprinkler dan jarak pipa lateral terhadap keseragaman distribusi air. Penelitian ini dilaksanakan di areal pembibitan kelapa sawit PTPN IV Afdeling I, Kecamatan Bah Jambi, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Pelaksanaan penelitian dimulai sejak bulan September sampai Oktober 2006.
Penelitian ini disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari tiga faktor. Faktor I adalah jarak sprinkler yang kisaran panjangnya 8 m - 12 m; Faktor II adalah jarak pipa lateral yang kisaran panjangnya 12 m - 18 m. Setiap perlakuan dilakukan sebanyak tiga kali perulangan. Seluruh data hasil pengamatan pada setiap peubah dibitung dengan analisis ragam.
Hasil penelitian menunjukan bahwa perbedaan jarak sprinkler dan jarak pipa lateral berpengaruh sangat nyata terhadap jarak lempar dan keseragaman distribusi air namun tidak berpengaruh nyata terhadap laju penyiraman. Pada sprinkler, jarak lempar air terjauh terjadi pada perlakuan N; (arak sprinkler 8 m) yakni sejauh 16,3 m, dan yang terdekat pada perlakuan N (jarak sprinkler 12 m) yakni sejauh 14,9 m. Pada parameter keseragaman distribusi air, tertinggi di dapat pada perlakuan N; yakni sebesar 81,45% dan terendah pada perlakuan Ny, yakni sebesar 57,06 %. Sedangkan untuk pipa lateral, jarak lemparan air terdekat terjadi pada perlakuan Lj (pipa lateral berjarak 18 m), yaitu sebesar 15,0 m dan yang terjauh terjadi pada perlakuan L1 (pipa lateral berjarak 12 m), yaitu sebesar 16,2 m. Pada parameter keseragaman distribusi air, tertinggi di dapat pada perlakuan L1, yakni sebesar 72,19% dan terendah pada perlakuan N3, yakni sebesar 63,05 %.
Tidak Tersedia Deskripsi
PENGARUH KETINGGIAN PIPA (RISER) TERHADAP KESERAGAMAN DISTRIBUSI AIR PADA SISTEM IRIGASI CURAH (MICRO SPRINKLER IRRIGATION SYSTEM) (Ariswandi Putra, 2017)
RANCANGAN IRIGASI CURAH (SPRINKLER IRRIGATION) SEBAGAI PENYUPLAI NUTRISI TANAMAN SAWI (BRASSICA JUNCEA) PADA SISTEM AEROPONIK (Eko Firdiansyah, 2024)
PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI (BRASSICA JUNCEA) PADA SISTEM IRIGASI TETES DAN MENGGUNAKAN ARANG SEKAM SEBAGAI MEDIA TANAM (Said Amri Fuadi, 2024)
PENERAPAN SISTEM IRIGASI CURAH (SPRINKLER) PADA TANAMAN BAWANG MERAH (ALLIUM CEPA L.) BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA328 (Ruwaida, 2021)
ANALISIS HEAD LOSS EMITTER SEPANJANG PIPA LATERAL PADA SISTEM IRIGASI TETES (Muhammad Azmi, 2024)