<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="124730">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KUANTITATIF BAKTERI COLIFORM DAN NON-COLIFORM PADA PRODUK GURITA ASIN (OCTOPUS CYANEA) DI PULAU BREUEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SULTAN SUFIE</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kelautan dan Perikanan (S1)</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Gurita merupakan salah satu komoditi utama bagi para nelayan di Pulau Breueh dan memiliki potensi ekonomi yang tinggi, salah satunya produk olahan gurita asin. Pengolahan dan pendistribusian gurita asin di Pulau Breueh masih sangat sederhana dan tradisional sehingga rentan akan cemaran bakteri yang dapat merusak produk. Penelitian yang berjudul Analisis Kuantitatif Bakteri Coliform dan Non-Coliform pada Produk Gurita Asin (Octopus cyanea) di Pulau Breueh ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kandungan bakteri coliform dan non-coliform yang terdapat pada produk gurita asin di Pulau Breueh menggunakan metode total plate count (TPC) berdasarkan lama penyimpanan dan perbedaan bahan pengawet yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama penyimpanan dan perbedaan bahan pengawet yang digunakan berpengaruh terhadap pertumbuhan bakteri. Hasil analisis menunjukkan bahwa 1 dari 6 sampel gurita asin dengan perlakuan bahan pengawet garam dan 1 dari 6 sampel gurita asin dengan perlakuan bahan pengawet kitosan dinyatakan positif mengandung bakteri coliform dan non-coliform. Pada uji total plate count diketahui bahwa koloni yang tumbuh pada media violet red bile agar ditunjukkan pada sampel GSR6 dan KSR5 dengan bentuk pinpoint berwarna merah muda dan pinpoint berwarna kekuningan yang menandakan pertumbuhan bakteri Enterococcus sp. atau Klebseila sp. dan Salmonella sp.. SNI 2719.1:2011 menunjukkan bahwa kandungan bakteri coliform (Enterococcus sp. atau Klebsiella sp.) dan bakteri non-coliform (Salmonella sp.) pada kategori cumi-cumi kering harus negatif sehingga dapat diasumsikan bahwa produk olahan gurita asin di Pulau Breueh hanya terbebas dari cemaran bakteri coliform dan non-coliform pada masa simpan 4-5 bulan. &#13;
Kata Kunci : Gurita asin, Pulau Breueh, Coliform dan Non-coliform, Total plate count, Violet red bile agar.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>124730</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-11 11:25:01</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-11 14:46:18</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>