KERAGAMAN SIFAT KUALITATIF DAN KUANTITATIF SAPI ACEH JANTAN PADA KELOMPOK UMUR BERBEDA DI BPTU- HPT INDRAPURI | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KERAGAMAN SIFAT KUALITATIF DAN KUANTITATIF SAPI ACEH JANTAN PADA KELOMPOK UMUR BERBEDA DI BPTU- HPT INDRAPURI


Pengarang
Dosen Pembimbing

Eka Meutia Sari - 196712241992122001 - Dosen Pembimbing I
Mohd. Agus Nashri Abdullah - 197108161997021001 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2005104010066

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Peternakan (S1) / PDDIKTI : 54231

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian Peternakan (S1)., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Sapi Aceh merupakan satu dari empat bangsa sapi lokal Indonesia (Aceh, Pesisir, Madura dan Bali). Kualitas sapi Aceh terus ditingkatkan dan dijaga dengan memperhatikan keragaman sifat-sifat kualitatif dan kuantitatifnya. Untuk melindungi dan meningkatkan kualitas performans sapi Aceh, maka pada tahun 2013 telah diterbitkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 7651.3:2013 tentang bibit sapi potong Aceh, yang di dalamnya memuat tentang sifat kuantitatif dan kualitatif sapi Aceh. BPTU-HPT Indrapuri telah mengacu kualitas sifat-sifat kualitatif dan kuantitatif sapi Aceh berdasarkan SNI tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis keragaman sifat kualitatif dan kuantitatif sapi Aceh jantan pada berbagai tingkatan umur berbeda di BPTU- HPT Indrapuri.
Penelitian ini telah selesai dilaksanakan di Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Indrapuri Provinsi Aceh. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 16 Januari sampai dengan 10 Mei 2024. Parameter kualitatif yaitu yang terdiri dari bentuk tanduk, warna kaki dan warna rambut (bulu). Sedangkan parameter yang diukur pada bagian data kuantitatif yaitu ukuran-ukuran tubuh yang terdiri dari tinggi pundak, lingkar dada, panjang badan dan bobot badan. Pengambilan sampel pada sapi Aceh jantan secara berskala umur, anak jantan dari umur 0-6 bulan sebanyak 30 ekor sapi Aceh jantan, jantan muda dari umur 6-12 bulan sebanyak 30 ekor sapi Aceh jantan dan sapi yang dewasa dari umur 12-18 bulan sebanyak 30 ekor sapi Aceh jantan.
Hasil penelitian sifat kualitatif pada sapi Aceh di BPTU-HPT Indrapuri menunjukkan bahwa tanduk sapi Aceh jantan pada tingkatan umur berbeda sesuai SNI yang didominasi bentuk tanduk mengarah ke samping dengan persentase 40% atau melengkung ke atas dengan persentase 60%. Perbedaan warna kaki pada anak sapi jantan yang berwarna putih sehingga akan dilakukan calling sebagai ternak afkir. Anak sapi Aceh jantan dengan warna cokelat sebanyak 26 ekor dengan persentase 28,89%, sedangkan warna putih 4 ekor dengan persentase 4,45%; jantan muda memiliki warna merah bata sebanyak 30 ekor dengan persentase 33,33%; dan dewasa jantan memiliki warna yang sama dengan warna jantan muda yaitu merah bata sebanyak 30 ekor dengan persentase 33,33%. Anak sapi jantan yang berwarna putih akan dilakukan culling sebagai ternak afkir. Sifat kuantitatif sapi Aceh menunjukkan rata-rata tinggi pundak anak jantan adalah 87,20 ±6,27 cm. Nilai rataan tinggi pundak sapi Aceh jantan muda adalah 92,2 ± 2,20 cm. Nilai rataan tinggi pundak sapi Aceh jantan dewasa adalah 105,43±2,67 cm. Rata-rata panjang badan anak sapi Aceh jantan adalah 80,77 cm diklasifikasikan ke dalam kelas I berdasarkan SNI 7651.3:2022 dengan standar deviasi 80,77 cm. Nilai rataan panjang badan sapi Aceh jantan muda adalah 105,37±3,75 cm. Nilai rataan panjang badan pada sapi Aceh jantan dewasa adalah 104,4±3,56 cm. Rata-rata bobot badan anak sapi Aceh jantan adalah 78,77±12,44 kg. Nilai rataan pada sapi Aceh jantan muda adalah 94,36±9,15 kg. Nilai rataan sapi Aceh jantan dewasa adalah 188,93 kg ±22,25 cm.

Kata Kunci : Sapi Aceh, Kualitatif, Kuantitatif, dan Afkir

Acehnese cattle are one of four local Indonesian cattle breeds (Aceh, Pesisir, Madura and Bali). The quality of Aceh cattle continues to be improved and maintained by paying attention to the diversity of its qualitative and quantitative characteristics. To protect and improve the performance quality of Aceh cattle, in 2013 the Indonesian National Standard (SNI) 7651.3:2013 concerning Aceh beef cattle breeds was published, which contains the quantitative and qualitative characteristics of Aceh cattle. BPTU-HPT Indrapuri has referred to the qualitative and quantitative characteristics of Aceh cattle based on the SNI. The aim of this research was to determine and analyze the diversity of qualitative and quantitative characteristics of male Acehnese cattle at various different age levels at BPTU-HPT Indrapuri. This research has been completed at the Indrapuri Center for Superior Animal and Forage Animal Breeding (BPTU-HPT), Aceh Province. This research was conducted from January 16 to May 10 2024. Qualitative parameters consist of horn shape, leg color and hair (fur) color. Meanwhile, the parameters measured in the quantitative data section are body measurements consisting of shoulder height, chest circumference, body length and body weight. Sampling was taken from male Acehnese cattle on an age scale, 30 Acehnese male calves from 0-6 months of age, 30 young male Acehnese cattle from 6-12 months of age and 30 male Acehnese cattle from 12-18 months of age. 30 male Acehnese cattle. The results of research on qualitative characteristics of Acehnese cattle at BPTU-HPT Indrapuri show that the horns of male Acehnese cattle at different age levels according to SNI are dominated by horn shapes pointing to the side with a percentage of 40% or curved upwards with a percentage of 60%. The difference in leg color in male calves is white so they will be called cull cattle. There were 26 male Acehnese calves with a brown color with a percentage of 28.89%, while there were 4 white calves with a percentage of 4.45%; 30 young males have a brick red color with a percentage of 33.33%; and adult males have the same color as young males, namely brick red, totaling 30 individuals with a percentage of 33.33%. White male calves will be culled as culled livestock. Quantitative characteristics of Aceh cattle show that the average shoulder height of male calves is 87.20 ± 6.27 cm. The average shoulder height of young male Acehnese cattle is 92.2 ± 2.20 cm. The average shoulder height value for adult male Acehnese cattle is 105.43 ± 2.67 cm. The average body length of male Acehnese calves is 80.77 cm, classified into class I based on SNI 7651.3:2022 with a standard deviation of 80.77 cm. The average body length of young male Acehnese cattle is 105.37 ± 3.75 cm. The average body length value for adult male Acehnese cattle is 104.4 ± 3.56 cm. The average body weight of male Acehnese calves is 78.77 ± 12.44 kg. The average value for young male Acehnese cattle is 94.36 ± 9.15 kg. The average value of adult male Acehnese cattle is 188.93 kg ± 22.25 cm. Keywords: Acehnese cattle, qualitative, quantitative and afkir

Citation



    SERVICES DESK