<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="124716">
 <titleInfo>
  <title>KARAKTERISTIK REPRODUKSI SAPI ACEH BETINA SEBAGAI SUMBER DAYA GENETIK TERNAK LOKAL DI KABUPATEN ACEH BARAT DAYA PROVINSI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Tiara Fadila Alzahra</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian	Peternakan (S1)</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sapi Aceh adalah salah satu plasma nutfah Indonesia yang dilindungi dan sudah ditetapkan rumpunnya oleh Menteri Pertanian dengan nomor penetapannya 2907/kpts.OT.140/06/2011. Salah satu wilayah sebaran Sapi Aceh adalah Kabupaten Aceh Barat Daya. Pada tahun 2022 populasi sapi Aceh jantan sebanyak 1.290 ekor dan populasi sapi Aceh betina sebanyak 3.585, dan total populasi sapi Aceh pada tahun 2022 di Kabupaten Aceh Barat Daya sebanyak 4.875 ekor. Kurangnya pemahaman peternak di Aceh Barat Daya terhadap karakteristik reproduksi sapi betina produktif, sehingga membuat peternak tidak dapat membedakan antara sapi betina produktif dan sapi betina tidak produktif. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan cara mengedukasi peternak mengenai sapi betina produktif yang dapat dijadikan indukan sehingga kemampuan reproduksi sapi Aceh tidak berkurang. Salah satu ciri sapi betina produktif yang unggul adalah memiliki karakteristik reproduksi yang baik. Sampai sejauh ini, Kecamatan Lembah Sabil dan Babahrot Kabupaten Aceh Barat Daya termasuk wilayah yang memiliki populasi sapi Aceh yang relatif banyak, namun daerah ini belum memiliki data mengenai karakteristik reproduksi sapi Aceh betina. Padahal data tersebut dapat dijadikan dasar dalam upaya meningkatkan populasi sapi Aceh di Kabupaten Aceh Barat Daya. Oleh karena itu diperlukan kajian mengenai karakteristik reproduksi sapi Aceh betina di Kabupaten Aceh Barat Daya. Dari penelitian ini diharapkan masyarakat mengetahui karakteristik reproduksi ternak sapi betina produktif sehingga dapat dijadikan pedoman untuk perkembangan populasi sapi Aceh di Provinsi Aceh.&#13;
Penelitian ini dilakukan di desa Lhok Gayo, Cot Seumantok, Ie Merah Kecamatan Babahrot dan di desa Kuta Paya, Ladang Tuha I, Suka Damai Kecamatan Lembah Sabil Kabupaten Aceh Barat Daya, pada Januari sampai Februari 2024 dengan menggunakan metode survei. Pemilihan lokasi dilakukan secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara langsung dengan responden/peternak sapi Aceh berdasarkan kriteria penelitian. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah karakteristik reproduksi sapi Aceh betina yang meliputi umur dewasa kelamin, umur pertama kawin, lama kebuntingan, umur pertama beranak, post partum mating, dan selang beranak (calving interval) serta karakteristik responden dan sistem pemeliharaan pada sapi Aceh betina. Data dianalisis menggunakan tabulasi excel dengan statistik deskriptif.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sapi Aceh betina di Kecamatan Lembah Sabil dan Kecamatan Babahrot Kabupaten Aceh Barat Daya Provinsi Aceh memiliki rataan umur dewasa kelamin 18.24±1.08 bulan, umur pertama kawin 19.31±1.00 bulan, lama bunting 9.18±0.19 bulan, umur pertama beranak 28.15±10.6 bulan, post partum mating 3.02±0.35 bulan, calving interval 12.20±0.44 bulan, dari rataan karakteristik di atas dapat disimpulkan bahwa analisis karakteristik reproduksi sapi Aceh betina dalam kategori baik dan normal&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>124716</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-11 10:34:25</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-11 14:31:50</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>