<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="124688">
 <titleInfo>
  <title>KAJIAN PEMBUATAN TEH CELUP DAUN SIRSAK (ANNONA MURICATA L)RNDENGAN VARIASI SUHU PENGERINGAN DAN TINGKAT KETUAAN DAUNRNTERHADAP SIFAT KIMIA DAN SENSORI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>AZRIAN FARHAN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Daun Sirsak mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, polifenol, tanin katekat, tanin galat, saponin, kuinon, monoterpenoid dan seskuiterpenoid yang dapat memberikan manfaat kesehatan. Salah satu pemanfaatan yang semakin mendapat perhatian adalah penggunaan daun sirsak untuk membuat teh. Teh celup dipilih karena proses penyajiannnya yang sangat mudah dan juga praktis. Cara penyeduhan teh yang paling sering ditemui dimasyarakat adalah penyeduhan teh secara manual atau tubruk. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Analisis Pangan dan Hasil Pertanian, Laboratorium Mikrobiologi Pangan dan Industri dan Laboratorium Uji Sensori, Program Studi Teknologi Hasil Pertanian. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial. Variabel yang digunakan pada penelitian ini yang pertama adalah variabel tingkat suhu pengeringan daun sirsak (T) yang terdiri dari 3 taraf, yaitu 45 oC (T1), 55 oC (T2) dan 65 oC (T3). Variabel kedua adalah variasi ketuaan daun (C) yang terdiri dari 2 taraf, yaitu daun muda (C1) dan daun tua (C2), dengan 3 kali ulangan sehingga diperoleh 18 satuan percobaan. Analisis yang dilakukan yaitu analisis kimia yang terdiri dari analisis kadar air, kadar abu, pH, dan antioksidan, analisis sensori berupa uji hedonik yang meliputi: warna, aroma dan rasa. Suhu pengeringan berpengaruh sangat nyata pada penurunan kadar air, kadar abu, pH, dan hedonik (aroma, warna, rasa) dari seduhan teh celup daun sirsak. Variasi ketuaan daun juga berpengaruh sangat nyata pada penurunan kadar abu, pH dan hedonik (warna, aroma, rasa) dari seduhan teh celup daun sirsak. Kemudian dilakukan analisa kandungan antioksidan, hasilnya yaitu antioksidan tertinggi pada suhu 45 oC dan pada daun muda (T1C1) dengan nilai antioksidan 83,30 % inhibisi.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>124688</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-10 17:55:43</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-11 11:09:05</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>