IDENTIFIKASI KELIMPAHAN MIKROPLASTIK PADA SEDIMEN MANGROVE DI KOTA SABANG | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

IDENTIFIKASI KELIMPAHAN MIKROPLASTIK PADA SEDIMEN MANGROVE DI KOTA SABANG


Pengarang

Amelia Rizki Ananda - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Irma Dewiyanti - 198112212005012001 - Dosen Pembimbing I
Sayyid Afdhal El Rahimi - 198009282006041002 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2011101010011

Fakultas & Prodi

Fakultas Kelautan dan Perikanan / Ilmu Kelautan (S1) / PDDIKTI : 54241

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kelautan dan perikanan., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Mikroplastik merupakan sampah yang mengalami degradasi menjadi partikel yang
lebih kecil berukuran 5 mm, mikroplastik yang masuk ke ekosistem mangrove
dapat merusak pertumbhan mangrove sehingga menyebabkan kematian pada
organisme yang hidup disekitar nya seperti Benthos, dan plankton. Tujuan dari
penelitian ini untuk menganalisis Komposisi jenis, kelimpahan, Warna, dan
prevalensi mikroplastik pada ekosistem mangrove Kota Sabang. Penelitian ini
dilakukan pada bulan Januari sampai Februari 2024 pada ekosistem mangrove
Balohan, Jaboi, Gapang dan Iboih, Kota Sabang. Pengambilan sampel mikroplastik
menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian ini ditemukan empat
jenis mikroplastik yang terakumulasi dalam sedimen mangrove Kota Sabang yaitu
jenis film, fiber, fragmen, dan pelet. Jenis mikroplastik yang paling banyak di
temukan pada sedimen mangrove Kota Sabang adalah jenis fiber. Mikroplastik
terdistribusi secara vertikal dengan banyaknya mikroplastik yang ditemukan pada
sedimen dengan kedalaman 20-40 cm. Kelimpahan total mikroplastik pada setiap
stasiun adalah jenis fiber 4.000 partikel/kg, fragmen 2.040 partikel/kg, film 2.640
partikel/kg, dan pelet 100 partikel/kg. Warna mikroplastik yang di amati berdasarkan
pengamatan visual terdiri dari 7 warna, yaitu bening, biru, merah, kuning, hitam,
coklat, dan abu-abu. Sedimen mangrove Kota Sabang telah terkontaminasi
mikroplastik sangat tinggi dengan prevalensi 100%. Hal ini karena mikroplastik di
temukan pada setiap sampel sedimen mangrove Kota Sabang.
Kata kunci : Mikroplastik, Ekosistem mangrove, Jenis mikroplastik, Kota Sabang,
Prevalensi

Microplastics are waste that degrades into smaller particles 5 mm in size, microplastics that enter the mangrove ecosystem can damage mangrove growth, causing death to organisms that live around it such as Benthos, and plankton. The purpose of this study was to analyze the species composition, abundance, color, and prevalence of microplastics in the mangrove ecosystem of Sabang City. This research was conducted from January to February 2024 in the mangrove ecosystems of Balohan, Jaboi, Gapang and Iboih, Sabang City. Microplastic sampling using purposive sampling method. The results of this study found four types of microplastics accumulated in mangrove sediments in Sabang City, namely film, fiber, fragments, and pellets. The most common type of microplastics found in mangrove sediments in Sabang City is the fiber type. Microplastics are distributed vertically with many microplastics found in sediments with a depth of 20-40 cm. The total abundance of microplastics at each station is the type of fiber 4,000 particles / kg, fragments 2,040 particles / kg, films 2,640 particles / kg, and pellets 100 particles / kg. The color of microplastics observed based on visual observation consists of 7 colors, namely clear, blue, red, yellow, black, brown, and gray. Sabang City mangrove sediments have been contaminated with microplastics very high with a prevalence of 100%. This is because microplastics are found in every sample. Keywords: Microplastics, Mangrove ecosystem, Types of microplastics, Sabang City, Prevalence

Citation



    SERVICES DESK