<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="124615">
 <titleInfo>
  <title>EFIKASI SERBUK INGGU RUTA GRAVEOLENS L. SEBAGAI INSEKTISIDA NABATI TERHADAP HAMA SITOPHILUS ZEAMAIS PADA JAGUNG DI LABORATORIUM</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Cut Fitri</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian Proteksi Tanaman</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tanaman inggu Ruta graveolens L. termasuk dalam Ordo: Sapindales; Famili: Rutaceae. Tanaman inggu dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati karena berpotensi sebagai insektisida, anti jamur, anti bakteri, larvasida, repellent, anti oviposisi, dan perkembangan hidup serangga. Sitophilus zeamais merupakan salah satu serangga hama di penyimpanan yang bersifat polifag dan merusak biji-bijian, dengan inangnya antara lain jagung, beras, gandum, sorgum dan biji-bijian. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis serbuk inggu yang efektif dalam mengendalikan hama S. zeamais pada biji jagung di penyimpanan.&#13;
Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Dasar Perlindungan Tanaman dan Laboratorium Ilmu Hama Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, sejak bulan Juni sampai Desember 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non Faktorial yang terdiri dari 5 taraf perlakuan dosis yaitu 2, 4, 6, 8, dan 10g dengan 4 ulangan, sehingga terdapat 20 unit percobaan. Peubah yang diamati meliputi daya repellent S. zeamais, mortalitas S. zeamais, lama F1 S. zeamais muncul, jumlah F1 S. zeamais muncul, dan persentase kerusakan biji jagung.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa serbuk inggu berpengaruh nyata terhadap daya repellent imago S. zeamais. Daya repellent imago S. zeamais tertinggi pada dosis 10g sebesar 87,12%, sedangkan yang terendah pada dosis 2g yaitu 36,67%. Aplikasi serbuk inggu tidak berpengaruh nyata terhadap mortalitas, lama F1 muncul, jumlah F1, dan persentase kerusakan biji jagung akibat serangan S. zeamais. Mortalitas S. zeamais tertinggi terjadi pada dosis 10g (37,50%) dan terendah pada dosis 6g (5,00%), lama F1 S. zeamais muncul akibat dari aplikasi serbuk inggu berkisar 31,75–36,25 hari, rata-rata F1 S. zeamais muncul tertinggi pada dosis 2g sebesar 59,50% dan terendah pada dosis 10g yaitu 33,25%. Penggunaan serbuk inggu pada dosis 2, 4, 6, 8, dan 10g dapat mengendalikan serangga S. zeamais secara preventif (pencegahan), namun belum dapat menjadi teknik pengendalian secara kuratif di penyimpanan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>124615</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-10 13:10:33</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-10 15:19:00</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>