<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="124608">
 <titleInfo>
  <title>PERFORMANS REPRODUKSI SAPI ACEH BETINA SEBAGAI SUMBER DAYA GENETIK TERNAK LOKAL DI KECAMATAN LANGSA LAMA KOTA LANGSA PROVINSI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Siti Balqis</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sapi Aceh merupakan salah satu bangsa sapi hasil domestikasi lokal di Indonesia (sapi Bali, Aceh, Madura dan Pesisir). Sapi Sumba-Ongole (SO) dan Jawa-Ongole (Peranakan Ongole, PO) juga dianggap sebagai jenis sapi lokal Indonesia. Sapi Aceh merupakan sumber daya genetik ternak lokal yang perlu dipertahankan dan wajib dilindungi sebagai plasma nutfah ternak nasional dan memiliki potensi yang cukup besar dengan memanfaatkan beberapa keunggulannya. Kota Langsa merupakan salah satu daerah yang terletak di Provinsi Aceh yang mempunyai potensi untuk pengembangan sapi potong terutama sapi Aceh. Jumlah sapi potong pada tahun 2022 yang terdapat di Kota Langsa adalah 8.601 ekor dan jika dibandingkan dengan daerah lain di Provinsi Aceh, jumlah tersebut masih relatif rendah. Upaya meningkatkan populasi dan pengembangan sapi Aceh di Kota Langsa belum tersedia data-data menyangkut kemampuan reproduksinya. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat memperoleh informasi tentang performans reproduksi sapi Aceh di Kecamatan Langsa Lama Kota Langsa, sehingga pengembangan populasi sapi Aceh dapat ditingkatkan.&#13;
Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 3 Januari sampai 3 Februari 2024 di Kecamatan Langsa Lama Desa Meurandeh dan Desa Asam Peutik Kota Langsa, Provinsi Aceh. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei untuk memperoleh data primer dan sekunder. Peternak yang menjadi responden ditetapkan secara purposive sampling, yaitu peternak yang memiliki sapi Aceh betina yang telah beranak dua kali atau lebih. Responden yang diambil sebanyak 26 orang peternak sapi Aceh dengan jumlah sampel 82 ekor. Parameter yang diamati pada penelitian ini yaitu performans reproduksi sapi Aceh meliputi umur berahi pertama (pubertas), umur kawin pertama, lama bunting, umur beranak pertama, jarak beranak (calving interval), dan umur kawin kembali setelah melahirkan.&#13;
Hasil performans reproduksi sapi Aceh betina di Kecamatan Langsa Lama Kota Langsa dengan rataan umur berahi pertama (pubertas) 18,15 ± 3,29 bulan, umur kawin pertama 31,75 ± 5,08 bulan, lama bunting pada umur 9,12 ± 0,32 bulan, umur beranak pertama 40,87 ± 5,15 bulan, jarak beranak (calving interval) pada umur 13,23 ± 0,88 bulan dan umur kawin kembali setelah beranak 4,10 ± 0,74 bulan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapat hasil performans reproduksi sapi Aceh betina di Kecamatan Langsa Lama Kota Langsa belum optimal.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>124608</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-10 12:17:33</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-10 14:41:13</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>