<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="124606">
 <titleInfo>
  <title>FORMULASI DAN KARAKTERISASI PATCHOULI OIL-BASED SULFUR NANOEMULSIONS SERTA UJI AKTIVITAS TERHADAP CANDIDA ALBICANS DAN STAPHYLOCOCCUS AUREUS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Mar`ah Marfu`ah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Farmasi</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tanaman nilam (Pogostemon cablin Benth) merupakan salah satu tanaman obat yang mempunyai aktivitas sebagai antimikroba.  Patchouli Oil-Based Sulfur Nanoemulsion (PO-S-Nanoemulsions) merupakan dispersi halus minyak dalam air dengan kombinasi patchouli oil dan  sulfur nanopartikel. Sulfur nanopartikel yang digunakan merupakan hasil dari metode green synthesis menggunakan ekstrak air daun nilam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses green synthesis sulfur nanopartikel, formulasi dan karakterisasi PO-S-Nanoemulsions serta menentukan aktivitas antimikrobial terhadap jamur C. albicans dan bakteri S. aureus. Ekstrak air daun nilam (EADN) dikarakterisasi menggunakan FT-IR dan GC-MS. Sulfur nanopartikel hasil green synthesis dikarakterisasi menggunakan FT-IR, XRD, XRF dan SEM-EDX. Minyak nilam fraksi berat (MNFB) dan fraksi ringan (MNFR) ditentukan nilai MIC50 menggunakan uji konsentrasi hambat minimum (KHM) dan konsentrasi bunuh minimum (KBM). Hasil analisis GC-MS menunjukkan bahwa komponen utama kedua fraksi minyak adalah patchouli alcohol. Hasil uji KHM dan KBM menunjukkan MNFB memiliki aktivitas yang tinggi terhadap S. aureus dengan nilai MIC50 adalah 3,125%. Sediaan PO-Nanoemulsions diformulasikan menjadi A1, A2, A3, A4, dan A5. Hasil uji aktivitas antimikrobial menunjukkan aktivitas paling tinggi pada formula A1 dengan hasil analisis PSA diameter rata-ratanya 406 nm. Sediaan PO-S-Nanoemulsions diformulasikan dari formula A1 yang dikombinasikan dengan sulfur nanopartikel (masing-masing 50 ppm) dengan konsentrasi MNFB adalah A11 (0,5 ml), A12 (1,5 ml) dan A13 (3,0 ml). Hasil pengujian aktivitas antimikrobial terhadap bakteri S. aureus menghasilkan zona hambat dari formula A11, A12, dan A13 berturut-turut adalah 8,26mm, 16,85mm dan 16,17mm sementara terhadap jamur C. albicans tidak menghasilkan zona hambat. Hasil analisis PSA Patchouli Oil-Sulfur- Nanoemulsion formula A12 adalah 394 nm. PO-S-Nanoemulsions memiliki kemampuan dalam menghambat bakteri S. aureus, tetapi tidak terhadap jamur C. albicans.&#13;
&#13;
Kata kunci: Tanaman nilam, Patchouli Oil, Green synthesis, Sulfur nanopartikel, Patchouli Oil-Based Sulfur Nanoemulsion, S. aureus, C. albicans&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>124606</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-10 12:08:01</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-10 12:31:05</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>