<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="124598">
 <titleInfo>
  <title>PEMANFAATAN SERBUK GERGAJI MENJADI BRIKET BIOMASSA DENGAN CAMPURAN AMPAS KOPI MENGGUNAKAN PEREKAT TAPIOKA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>CHAIRUL UMAM</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian	Teknologi Hasil Pertanian (S1)</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Abstract. Salah satu upaya untuk mencegah terjadinya krisis energi adalah dengan menggunakan energi biomassa. Briket berbahan dasar serbuk gergaji dan ampas kopi dapat menjadi salah satu cara yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas bahan bakar, mudah dalam distribusi, penyimpanan dan efisien. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis ampas kopi serta rasio serbuk arang gergaji dan serbuk arang ampas kopi yang tepat untuk menghasilkan briket biomassa yang memenuhi kualitas. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah jenis ampas kopi yaitu Arabika (J1), robusta (J2) dan campuran 1:1 (J3). Faktor kedua adalah rasio serbuk arang gergaji dan serbuk arang ampas kopi yaitu S1 (1:0), S2 (2:1), S3 (1:1) dengan 3 pengulangan sehingga total diperoleh 27 satuan percobaan. Formulasi berat persampel adalah 32,5g. Analisis sampel yang dilakukan adalah kadar abu, kadar air, nilai kalor, laju pembakaran, dan uji hedonik terhadap aroma. Data yang diperoleh diolah menggunakan (ANOVA) dan dilanjutkan menggunakan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Karakteristik mutu briket yang dihasilkan secara umum mempunyai kadar abu 3,46% - 4,29%, kadar air 7,61% - 9,14%, laju pembakaran 0,25g/mnt – 0,29g/mnt, hedonik aroma 3,2 – 3,6 ( suka), dan deskripsi aroma 2,6 – 3,8 (aroma kedua bahan). Uji kalor dilakukan pada sampel terbaik dengan perlakuan (J1) robusta dan (S2) 2:1 dengan nilai kalor 3.575,35kal/g, namun nilai kalor belum memenuhi SNI.&#13;
kata kunci: Serbuk Gergaji, Ampas Kopi, Briket, dan Biomassa&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>124598</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-10 11:26:43</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-10 12:23:55</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>