<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="124591">
 <titleInfo>
  <title>STUDI MUTU YOGHURT DRINK DENGAN  PENAMBAHAN JUS JERUK DAN PERUBAHAN MUTUNYA SELAMA PENYIMPANAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Asliyanti Eliya</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2007</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Susu mengandung laktosa yang merupakan gula alami pada susu. Kandungan laktosa  pada susu sering  menimbulkan  masalah  karena  banyak orang yang tidak tahan laktosa (lactose  intolerance)  sehingga dapat menderita gangguan pencernaan seperti  diare jika mengkonsumsi  susu segar.  Untuk mengatasi  hal  ini,  diperlukan suatu cara untuk  mengurangi  laktosa  tersebut misalnya dengan penggunaan enzim laktase yang akan memecah laktosa.  Mekanisme pemecahan laktosa tersebut terjadi secara alami pada yoghurt.  Menurut SNI 01-2981-1992,  yoghurt adalah  produk yang diperoleh dari susu yang telah dipasteurisasi,  kemudian difermentasi  dengan bakteri sampai diperoleh  keasaman bau dan rasa yang khas dengan atau tanpa penambahan bahan lain  yang diizinkan.   Helferich  dan   Westhoff (1980)   menyatakan   bahwa yoghurt  dikonsumsi   karena  kesegarannya, aromanya yang khas dan   teksturnya. Yoghurt  juga  dikonsumsi   karena  memiliki   berbagai   keuntungan baik dari segi kandungan  gizi  maupun  dari  segi  kesehatan.  Walaupun  demikian,  masih  banyak masyarakat yang belum menerima yoghurt dengan baik.   Penyebabnya  adalah rasa asam dan bau susu  yang dominan.  Hal  ini dapat diatasi  dengan  penambahan buah-buahan seperti dalam bentuk jus.  Pada penelitian ini digunakan jus jeruk karena rasa buah jeruk yang manis dan segar.   Konsentrasi jus jeruk yang digunakan sebesar 15 %,   17,  5% dan 20 %.  Pemilihan konsentrasi  ini  berdasarkan  penelitian  yang telah dilakukan  Setiawan  (2006)  terhadap yoghurt  drink  dengan konsentrasi jus  yang ditambahkan ke dalam  yoghurt adalah sebanyak 15%,  17,5 % dan 20 %.&#13;
          Tujuan  penelitian  ini  adalah untuk mempelajari mutu yoghurt drink dengan penambahan jus  jeruk   dan  perubahan   mutu   yoghurt  drink   tersebut   selama penyimpanan.  Rancangan penelitian yang digunakan adalah split plot yang terdiri dari dua faktor perlakuan dan tiga kali ulangan.  Faktor J   adalah konsentrasi jus jeruk (J) sebagai  petak utama, faktor  2 adalah lama penyimpanan (L) sebagai anak petak. Faktor  I     terdiri  dari 3  taraf yaitu  15 % (J1),    17,5% (J2) dan 20 % (J3). Faktor 2 terdiri dari 4 taraf  yaitu    0 hari (L0), 5  hari (LI),  10 hari (L2), dan 15 hari (L3). Kombinasi  perlakuan adalah    3 x 4 =  12. Oleh karena setiap perlakuan dilakukan ulangan  sebanyak  3   kali  maka diperoleh  36   satuan  percobaan.  Analisis  yang dilakukan adalah kadar protein, kadar lemak, total asam laktat,  nilai  pH, Total Cell  Count, dan organoleptik (penampakan, aroma, rasa, dan warna).&#13;
          Hasil  penelitian  ini menunjukkan bahwa konsentrasi jus jeruk yang ditambahkan pada yoghurt drink memberikan pengaruh sangat nyata terhadap kadar protein, kadar lemak, total asam laktat dan Total Cell Count, serta berpengaruh nyata terhadap nilai organoleptik rasa dan berpengaruh tidak nyata terhadap nilai pH, nilai organoleptik  penampakan,  nilai  organoleptik aroma dan nilai  organoleptik  warna yoghurt drink yang dihasilkan. Lama penyimpanan yoghurt drink berpengaruh sangat nyata terhadap  kadar protein, kadar lemak, total asam laktat, nilai pH.  Total  Cell Count, nilai  organoleptik rasa, nilai organoleptik aroma dan nilai organoleptik warna, serta berpengaruh tidak nyata   terhadap  nilai  organoleptik penampakan.  Interaksi antara  konsentrasi  jus jeruk  dan  lama  penyimpanan  berpengaruh sangat  nyata  terhadap kadar lemak serta berpengaruh nyata terhadap kadar protein dan berpengaruh tidak  nyata terhadap total  asam laktat, nilai pH, Total Cell Count,  nilai organoleptik  rasa, nilai  organoleptik  aroma,  nilai  organoleptik warna dan   nilai organoleptik  penampakan.  Perlakuan  terbaik  yang didapat berdasarkan nilai  gizi yoghurt  drink  adalah J2LI   (konsentrasi jus jeruk  17,5  % dan  lama  penyimpanan   5 hari),  sedangkan berdasarkan   nilai  organoleptik   (penampakan,  aroma, rasa.  dan wama) adalah J3L0 (konsentrasi jus jeruk 20 % dan lama penyimpanan 0 hari). &#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>124591</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-10 10:50:18</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-10 10:50:18</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>