<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="124551">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN ANTARA KOPING RELIGIUS DENGAN PARENTAL BURNOUT PADA IBU YANG BEKERJA SEBAGAI PERAWAT DI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>FEBRIYANI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Psikologi</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perawat dengan jenis kelamin perempuan sering menghadapi beban kerja yang lebih besar dibandingkan dengan perawat jenis kelamin laki-laki. Perbedaan ini sangat jelas terlihat pada perempuan yang bekerja sebagai perawat sekaligus menjalankan peran dan tanggung jawab sebagai istri dan ibu. Peran multi pada ibu yang bekerja erat kaitannya dengan kelelahan berlebih terutama saat mengasuh anak yang dapat menyebabkan hubungan orang tua dengan anak menjadi kurang baik dan berdampak pada perkembangan anak, yang disebut sebagai parental burnout. Ibu yang memiliki kepercayaan dan praktik keagamaan atau menerapkan strategi koping religius sebagai sumber kekuatan dalam menghadapi kesulitan hidup dianggap mampu mencegah terjadinya parental burnout. Adapun tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara koping religius dengan parental burnout pada ibu yang bekerja sebagai perawat di Aceh, yang diajukan dengan menggunakan metode kuantitatif dengan jenis korelasional. Sebanyak 173 ibu yang bekerja sebagai perawat terlibat sebagai sampel penelitian yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan telah berpartisipasi dalam mengisi instrument penellitian berupa Iranian Religious Coping Scale (IRCOPE) dan Parental Burnout Assesment (PBA). Hasil analisis data penelitian  diperoleh nilai (r)=0,022 dan (p)=0,771 (p&gt;0,05) yang menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara koping religius dengan parental burnout pada ibu yang bekerja sebagai perawat di Aceh dengan artian bahwa meskipun koping religius dapat memberikan kenyamanan dan makna bagi beberapa orang, namun hal tersebut tidak selalu efektif secara universal dalam mencegah sumber stres yang dihadapi terutama yang berkaitan dengan parental burnout. Selain itu, temuan penelitian ini juga menunjukkan bahwa ibu yang bekerja sebagai perawat memiliki koping religius tinggi dan tidak mengalami parental burnout dengan praktek keagamaan seperti berdoa dan sholat adalah koping religius yang paling sering digunakan sehari-hari.&#13;
	&#13;
Kata Kunci : Parental Burnout, koping religius, ibu perawat</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>124551</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-09 17:14:06</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-10 09:33:31</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>