Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS KURVA KERENTANAN BANGUNAN TERHADAP BEBAN DORONG
Pengarang
Cut Selli Mutiawaty - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Halida Yunita - 197806132002122002 - Dosen Pembimbing I
Yunita Idris - 198006082009122002 - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
2004101010062
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Teknik Sipil., 2024
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Longsor merupakan fenomena alam yang sering terjadi dimana interaksi tanah longsor dengan bangunan memunculkan risiko yang signifikan. Kelongsoran biasanya terjadi akibat ketidakseimbangan gaya-gaya yang bekerja pada lereng. Sebagai contoh, gaya di daerah lereng lebih besar daripada gaya penahan pada lereng tersebut. Kerusakan yang ditimbulkan akibat kelongsoran ini dapat merusak sebagian bangunan bahkan kehancuran total pada bangunan yang berada di bawah atau radius terdekat lereng. Hal ini terjadi ketika massa tanah atau batuan yang mengalami longsor bergerak menuruni lereng dan bertumbukan dengan elemen-elemen struktural sehingga menimbulkan beban dorong. Dalam konteks bangunan yang terletak di daerah rawan longsor, sangat penting mempertimbangkan beban dorong yang dihasilkan oleh material longsor terhadap bangunan. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini melakukan studi pengembangan kurva kerentanan bangunan terhadap beban dorong akibat longsor yang dimodelkan pada aplikasi PLAXIS (pemodelan interaksi tanah-struktur berupa pondasi) dan SAP2000 (pemodelan bangunan sekolah). Metode yang digunakan dalam merepresentasikan beban longsor yaitu dalam bentuk beban dorong terhadap titik-titik sambungan konstruksi utama bangunan. Beban dorong dalam penelitian dimodelkan dalam suatu metode analisis statik nonlinear (pushover analysis). Hasil dari penelitian ini mencakup analisis terhadap kontribusi stabilitas pondasi dan respons struktur bangunan terhadap beban dorong yang memberikan informasi terkait probabilitas kegagalan yang dapat terjadi. Berdasarkan probabilitas kegagalan tersebut dikembangkan kurva kerentanan bangunan terhadap beban dorong akibat longsor dengan penjabaran bahwa struktur bangunan atas mampu menahan beban dibawah 800 kN, sedangkan struktur bangunan atas dengan kontribusi pondasi mampu menahan beban dibawah 900 kN.
Landslides are a frequent natural phenomenon where the interaction of landslides with buildings poses a significant risk. Landslides usually occur due to an imbalance of forces acting on the slope. For example, the forces in the slope area are greater than the restraining forces on the slope. The damage caused by these landslides can result in partial or even total destruction of the building below or within the closest radius of the slope. This occurs when the mass of soil or rock undergoing a landslide moves down the slope and collides with structural elements, causing a thrust load. In the context of buildings located in landslide prone areas, it is very important to consider the thrust load generated by landslide materials on buildings. Based on this background, this research conducted a study on the development of vulnerability curves of buildings to thrust loads due to landslides modeled in PLAXIS (soil-structure interaction modeling in the form of foundations) and SAP2000 (school building modeling) applications. The method used in representing landslide loads is in the form of thrust loads on the connection points of the main building construction. The push loads in the study were modeled in a nonlinear static analysis method (pushover analysis). The results of this study include an analysis of the contribution of foundation stability and the response of the building structure to the thrust load which provides information related to the probability of failure that can occur. Based on the probability of failure, the vulnerability curve of the building to landslide-induced thrust loads was developed with the explanation that the superstructure can withstand loads below 800 kN, while the superstructure with foundation contribution can withstand loads below 900 kN.
ALGORITMA PENENTUAN KERENTANAN STRUKTUR ATAP TIPE DOUBLE FINK TERHADAP PEMBEBANAN TEPHRA VULKANIK MENGGUNAKAN MACHINE LEARNING (Qamara Ramadhana, 2024)
STUDI KERENTANAN BANGUNAN SEKOLAH DUA LANTAI DENGAN KONSTRUKSI BETON BERTULANG DI BANDA ACEH TERHADAP BAHAYA GEMPA DAN TSUNAMI (SAUSAN ZAHRAH, 2021)
STUDI KERENTANAN BANGUNAN SEKOLAH TIGA LANTAI DENGAN KONSTRUKSI BETON BERTULANG DI BANDA ACEH TERHADAP BAHAYA GEMPA DAN TSUNAMI (NATASYA AMALIA, 2021)
PENGEMBANGAN APLIKASI TERAPAN UNTUK KERENTANAN SEISMIK BANGUNAN BERBASIS PEMROGRAMAN PYTHON (M. Aulia Ramadhan, 2024)
STUDI KERENTANAN STRUKTUR BANGUNAN TSUNAMI VERTICAL EVACUATION (TVE) BUILDINGS DENGAN METODE DESAIN BERBASIS KINERJA (Zu Irfan, 2023)