<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="124549">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KURVA KERENTANAN BANGUNAN TERHADAP BEBAN DORONG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Cut Selli Mutiawaty</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Sipil</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Longsor merupakan fenomena alam yang sering terjadi dimana interaksi tanah longsor dengan bangunan memunculkan risiko yang signifikan. Kelongsoran biasanya terjadi akibat ketidakseimbangan gaya-gaya yang bekerja pada lereng. Sebagai contoh, gaya di daerah lereng lebih besar daripada gaya penahan pada lereng tersebut. Kerusakan yang ditimbulkan akibat kelongsoran ini dapat merusak sebagian bangunan bahkan kehancuran total pada bangunan yang berada di bawah atau radius terdekat lereng. Hal ini terjadi ketika massa tanah atau batuan yang mengalami longsor bergerak menuruni lereng dan bertumbukan dengan elemen-elemen struktural sehingga menimbulkan beban dorong. Dalam konteks bangunan yang terletak di daerah rawan longsor, sangat penting mempertimbangkan beban dorong yang dihasilkan oleh material longsor terhadap bangunan. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini melakukan studi pengembangan kurva kerentanan bangunan terhadap beban dorong akibat longsor yang dimodelkan pada aplikasi PLAXIS (pemodelan interaksi tanah-struktur berupa pondasi) dan SAP2000 (pemodelan bangunan sekolah). Metode yang digunakan dalam merepresentasikan beban longsor yaitu dalam bentuk beban dorong terhadap titik-titik sambungan konstruksi utama bangunan. Beban dorong dalam penelitian dimodelkan dalam suatu metode analisis statik nonlinear (pushover analysis). Hasil dari penelitian ini mencakup analisis terhadap kontribusi stabilitas pondasi dan respons struktur bangunan terhadap beban dorong yang memberikan informasi terkait probabilitas kegagalan yang dapat terjadi. Berdasarkan probabilitas kegagalan tersebut dikembangkan kurva kerentanan bangunan terhadap beban dorong akibat longsor dengan penjabaran bahwa struktur bangunan atas mampu menahan beban dibawah 800 kN, sedangkan struktur bangunan atas dengan kontribusi pondasi mampu menahan beban dibawah 900 kN.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>124549</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-09 16:35:20</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-10 09:24:57</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>