<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="124522">
 <titleInfo>
  <title>TINJAUAN PARAMETER MORFOMETRI DAERAH ALIRAN SUNGAI TERHADAP PERILAKU BANJIR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Firman</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Sipil</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Indonesia merupakan wilayah yang sangat rentan terhadap bencana banjir. Oleh karena itu perlu dilakukan langkah preventif untuk mengurangi resiko banjir. Salah satunya dengan menganalisis hal-hal yang mempengaruhi perilaku banjir pada suatu Daerah Aliran Sungai (DAS), seperti morfometri DAS. Penelitian ini meninjau morfometri 3 Daerah Aliran Sungai (DAS) yang ada di Aceh yaitu DAS Tamiang, DAS Kluet, dan DAS Tripa. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh morfometri DAS terhadap perilaku banjir. Metode yang digunakan adalah analisis hidro-spasial dengan menggunakan perangkat lunak ArcGIS menggunakan data sekunder berupa data Digital Elevation Model (DEM) yang sudah diperbaiki dan data curah hujan rencana periode ulang 25 tahun dari penelitian sebelumnya. Data tersebut digunakan sebagai input pada pemodelan banjir dengan menggunakan software Geo-HECRAS. Hasil pemodelan menunjukkan variasi karakteristik banjir di DAS Tamiang, Kluet, dan Tripa. DAS Tamiang memiliki luas genangan terbesar (410,43 km²) dan waktu kedatangan banjir tercepat (11,58 jam). Durasi banjir terlama terjadi di DAS Kluet (15,23 hari), sedangkan waktu debit puncak terlama terjadi di DAS Tripa (313 jam). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa morfometri sangat berpengaruh terhadap perilaku banjir. DAS Tamiang dengan kemiringan kecil dan bentuk melebar cenderung memiliki genangan besar dan waktu kedatangan cepat. DAS Tripa dengan bentuk memanjang dan indeks percabangan rendah memiliki waktu debit puncak lebih lama. Kerapatan tinggi di DAS Tamiang menyebabkan durasi banjir singkat.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>124522</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-09 13:16:04</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-09 15:15:52</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>