<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="124508">
 <titleInfo>
  <title>PENGEMBANGAN MODEL KLASIFIKASI &amp; VALIDASI UNTUK PENGUJIAN KEASLIAN MINYAK NILAM MENGGUNAKAN TEKNOLOGI INFRAMERAH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Humaira Safitri</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Tumbuhan penghasil minyak atsiri salah satunya adalah tanaman nilam. Tanaman nilam di Aceh yang menjadi salah satu varietas terbaik yang ada di Indonesia dan diakui dunia karena memiliki kandungan patchouli alcohol (PA) yang tinggi yaitu &gt; 30%. Kesulitan yang sering dihadapi di perindustrian minyak nilam Indonesia berkaitan dengan kualitas, karena minyak nilam Indonesia seringkali dicampurkan dengan jenis minyak lain, salah satunya minyak terpentin. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kemampuan NIRS dengan metode Principal Component Analysis (PCA) dalam mengklasifikasikan keaslian minyak nilam yang ditambahkan dengan minyak terpentin, mempelajari metode tradisional yang digunakan petani dalam pengujian keaslian minyak nilam yang dicampurkan dengan minyak terpentin, dan membandingkan secara ekonomi pengujian keaslian minyak nilam menggunakan teknologi NIRS (inframerah) dengan metode tradisional.&#13;
Penelitian ini menggunakan minyak nilam dan minyak terpentin. Minyak nilam dalam bentuk crude oil diuji menggunakan GCMS untuk mengetahui keasliannya. Perlakuan pencampuran pada penelitian ini terdiri dari 10 macam dengan masing-masing perlakuan terdapat 7 ulangan sehingga menghasilkan jumlah sampel sebanyak 70. Akuisisi spektrum minyak dilakukan menggunakan Thermo Nicolet Antaris II TM. Kemudian data spektrum diolah menggunakan software Unscrambler X versi 10.3. Metode pengolahan data menggunakan metode PCA. Pada penelitian ini juga dilakukan pengujian dengan metode tradisional menggunakan alkohol 95%. Dan terakhir dilakukan perhitungan ekonomi untuk pengujian menggunakan NIRS dengan metode tradisional. &#13;
Hasil dari penelitian ini adalah: (1) NIRS dengan metode PCA mampu menghasilkan 10 kluster untuk 10 perlakuan pencampuran minyak nilam sehingga dapat dikatakan bahwa NIRS dengan metode PCA pada penelitian ini mampu mengklasifikasikan minyak nilam dengan baik berdasarkan tingkat pencampurannya. Hal ini juga mengkonfirmasi bahwa penelitian ini telah berhasil mengembangkan metode PCA yang sebelumnya telah gagal dalam mengklasifikasikan minyak nilam. (2) Pada penelitian ini, penggunaan metode tradisional hanya mampu mendeteksi ketidakaslian pada batas 50% saja. (3) Secara ekonomi, penggunaan teknologi NIRS cenderung akan mampu menghilangkan proses pemalsuan pada minyak nilam dibanding dengan metode tradisional. Karena pengujian dengan NIRS mampu mendeteksi kepalsuan minyak nilam hingga batas 3% sehingga tidak menghasilkan keuntungan yang banyak jika melakukan pemalsuan pada minyak nilam.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>124508</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-09 12:36:42</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-09 14:41:10</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>