<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="124504">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH KONSENTRASI GLUKOSA  DAN LAMA FERMENTASI PADA PEMBUATAN  CUKA DARI AIR KELAPA (COCOS NUCIFERA)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Yuliani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2005</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tanaman  kelapa  (Cocos   nucfera)   merupakan  tanaman  yang  banyak dihasilkan di Indonesia yang berperan cukup besar dalam perekonomian nasional Pengolahan kelapa masih terbatas pada daging buah kelapa, sedangkan bagran lainnya  belum dimanfaatkan secara optimal.   Salah satu bagian dari  buah  kelapa yang masih kurang dimanfaatkan  dan terbuang scbag i limbah  adalah air kelapa Air  kelapa pada dasarnya  dapat digunakan  untuk  membuat cuka, yang banyak digunakan  dalam industri pangan&#13;
          Penelitian ini  bertujuan  untuk mengetahui  pengaruh konsentrasi  glukosa dan  lama fermentasi terhadap  mutu asam cuka dari air kelapa.  Rancangan yang digunakan dalam penelitian  ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL)  faktorial dengan dua faktor,  yaitu faktor   konsentrasi  glukosa dan faktor  lama  fermentasi Faktor  konsentrasi  glukosa (A) terdiri  atas tiga taraf yaitu A;  = 1       %, A     3% dan A; = 5%.   Faktor lama fermentasi (B) terdiri atas tiga taraf yaitu B,  = 7 ham B; =  14  hari, dan B; = 21  hari.  Terdapat  3 x 3 perlakuan dengan tiga kali ulangan sehingga seluruhnya terdapat  27 kali percobaan.&#13;
          Pada penelitian ini  air kelapa  yang digunakan disaring dan diukur plnya. kemudian dipanaskan lalu didinginkan.  Ke dalam air kelapa tersebut ditambahkan glukosa  (dengan konsentrasi   1%,  3%,  dan  5%),  amonium phosphate  I,5  g,  dan ragi  I,5 g/l air kelapa. Selanjutnya difermentasi selama 8 hari, larutan disaring lag kemudian ditambah cuka nira dan difermentasi selama 7, 14, dan 2I  hari. Analisis yang dilakukan meliputi  kadar asam asetat, bobot jenis spesifik, kadar glukosa nilai organoleptik terhadap warna, aroma, dan kejernihan. &#13;
          Hasil   penelitian  menunjukkan  bahwa   faktor   konsentrasi   glukosa   (A) berpengaruh sangat nyata (P  &lt;  0,01)   terhadap  kadar  asam asetat,  bobot jenis spesifik, nilai  organoleptik warna, aroma, dan  kejernihan  asam cuka air kelapa namun berpengaruh tidak nyata (P &gt; 0,05)  terhadap kadar glukosa.  Faktor  lama fermentasi  (B)  berpengaruh sangat  nyata (P &lt; 0,01)  terhadap kadar  asam  asetat, nilai  organoleptik   warna dan  aroma  asam cuka  air  kelapa    yang dihasilkan sedangkan   terhadap   bobot  jenis   spesifik,     kadar   glukosa,    dan   kejernihan berpengaruh tidak   nyata (P &gt;  0,05).   Interaksi  antara  faktor  konsentrasi  glukosa dan  lama   fermentasi   berpengaruh sangat  nyata  (P &lt;   0,01) terhadap  nilai organoleptik   warna dan   aroma, sedangkan terhadap kadar  asam asetat  dan kejernihan    berpengaruh   nyata  (P   &lt;   0,05),    namun   berpengaruh   tidak   nyata (P &gt; 0,05)  terhadap bobot jenis spesifik dan  kadar glukosa  asam  cuka  air kelapa.&#13;
          Mutu  asam  cuka  air  kelapa   yang  terbaik   diperoleh   pada  perlakuan konsentrasi  glukosa  1%  dan lama  fermentasi  7 hari, dengan   karakteristik sam cuka yang dihasilkan berkadar asam asetat 5,93%, bobot jenis spesifik 1,00, kadar glukosa 1.34%, nilai organoleptik warna 2,67 (tidak suka), aroma 2,5 (tidak suka), dan kejernihan 2,55 (tidak suka).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>124504</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-09 12:15:58</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-09 12:15:58</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>