Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
RESPONS JENIS EKSPLAN MELATI (JASMINUN SAMBAC) TERHADAP BERBAGAI KONSENTRASI BAP SECARA IN VITRO
Pengarang
Fithriani - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0051111536
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Ilmu Tanah (S1) / PDDIKTI : 54294
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2006
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Fithriani "Respons Jenis Eksplan Melati (Jasminum sambac) terhadap Berbagai Konsentrasi BAP secara in vitro" (di bawah bimbingan Mardhiah Hayati sebagai Ketua dan Muhammad Hatta sebagai Anggota).
Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari jenis eksplan dan konsentrasi BAP yang sesuai serta interaksi antara kedua faktor terhadap perkembangan eksplan tanaman melati secara in vitro.
Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Tanaman dan Laboratorium Fisiologi Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Banda Aceh sejak 4 Desember sampai 15 Februari 2006. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 2 x 5 dengan 3 ulangan. Faktor yang diteliti adalah jenis eksplan yang terdiri atas dua taraf yaitu: eksplan pucuk dan eksplan batang; dan faktor konsentrasi BAP yang terdiri atas 5 taraf yaitu: 0,00 mg/1 media, 0,50 mg/l media, 1.00 mg/l media.
1,50 mg/l media. 2.00 mg/I media.
Peubah-peubah yang diamati adalah saat inisiasi. jumlah tunas. jumlah daun 2, 4 dan 6 Minggu Setelah Tanam (MST) dan tinggi tunas 6 MST. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis eksplan berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah tunas, jumlah daun 2, 4 dan 6 MST dan tinggi tunas 6 MST, serta berpengaruh nyata terhadap saat inisiasi eksplan. Eksplan pucuk memberikan respons terbaik terhadap peubah saat inisiasi, jumlah daun dan tinggi tunas, sedangkan eksplan batang memberikan respons terbaik terhadap jumlah tunas.
Konsentrasi BAP berpengaruh nyata terhadap saat inisiasi eksplan, jumlah daun umur 6 MST. Namun. konsentrasi BAP berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah tunas umur 2. 4 dan 6 MST. jumlah daun umur 2 dan 4 MST serta tinggi tunas 6 MST. Konsentrasi BAP 2.00 mg/I memberikan respons terbaik terhadap saat inisiasi. Sedangkan konsentrasi BAP 0.00 mg/I atau tanpa penambahan BAP memberikan jumlah daun terbanyak pada umur 6 MST.
Terdapat interaksi yang sangat nyata antara jenis eksplan dan konsentrasi BAP terhadap saat inisiasi eksplan. Saat inisiasi eksplan tercepat diperoleh pada perlakuan eksplan pucuk dan BAP 2.00 mg/l, eksplan pucuk dan BAP 1,50 mg/l, serta eksplan batang dan BAP 0,50 mg/l.
Tidak Tersedia Deskripsi
RESPONS JENIS EKSPLAN EUPHORBIA TERHADAP KONSENTRASI KINETIN SECARA IN VITRO (Ifori Kristina Manurung, 2024)
PENGARUH JENIS EKSPLAN DAN KONSENTRASI BENZILADENIN TERHADAP PEMBENTUKAN TUNAS MELINJO ( GNETUM GNEMON L.) SECARA IN VITRO (Saifuddin, 2024)
INDUKSI TUNAS GAHARU (AQUILARIA SP.) DENGAN BAP SECARA IN VITRO (Dewiyana, 2024)
PENGARUH KOMBINASI NAPHTALENE ACETIC ACID DAN INDOLE BUTYRIC ACID TERHADAP PERAKARAN NILAM ACEH (POGOSTEMON CABLIN BENTH.) SECARA IN VITRO (Ramazani Suci Wulandari, 2024)
INISIASI TUNAS AKSILARIS DAN DAUN CEMPAKA KUNING (MAGNOLIA CHAMPACA L.) MENGGUNAKAN NAPHTHELENE ACETIC ACID DAN BENZYLAMINOPURIN SECARA IN VITRO (SYAIHAN NABILA, 2025)