<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="124491">
 <titleInfo>
  <title>RESPONS JENIS EKSPLAN MELATI (JASMINUN SAMBAC) TERHADAP BERBAGAI KONSENTRASI BAP SECARA IN VITRO</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fithriani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2006</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Fithriani  &quot;Respons  Jenis   Eksplan  Melati   (Jasminum sambac)  terhadap Berbagai  Konsentrasi  BAP   secara  in  vitro&quot;  (di   bawah   bimbingan  Mardhiah Hayati  sebagai  Ketua  dan Muhammad  Hatta  sebagai  Anggota).&#13;
          Tujuan    penelitian    ini    adalah   untuk     mencari    jenis    eksplan    dan konsentrasi BAP yang sesuai serta  interaksi antara  kedua  faktor terhadap perkembangan eksplan tanaman  melati  secara in vitro.&#13;
          Penelitian dilaksanakan  di  Laboratorium   Kultur  Jaringan  Tanaman  dan Laboratorium  Fisiologi  Tumbuhan  Fakultas Pertanian  Universitas  Syiah Kuala Banda  Aceh  sejak  4 Desember  sampai  15  Februari  2006.   Penelitian  dilakukan dengan   menggunakan  Rancangan  Acak   Lengkap  (RAL)   pola   faktorial  2  x   5 dengan   3   ulangan.  Faktor  yang  diteliti  adalah jenis  eksplan yang   terdiri  atas dua  taraf yaitu:  eksplan pucuk   dan  eksplan batang;  dan   faktor  konsentrasi  BAP yang terdiri atas 5  taraf yaitu:  0,00 mg/1 media, 0,50  mg/l  media,   1.00  mg/l media.&#13;
1,50  mg/l  media.  2.00  mg/I  media.&#13;
          Peubah-peubah  yang  diamati  adalah   saat  inisiasi. jumlah  tunas.  jumlah daun  2, 4 dan 6 Minggu Setelah Tanam  (MST)  dan  tinggi  tunas  6 MST. Hasil  penelitian menunjukkan  bahwa  jenis eksplan  berpengaruh sangat nyata   terhadap jumlah  tunas,  jumlah daun  2,  4  dan  6  MST  dan  tinggi  tunas  6 MST, serta berpengaruh nyata terhadap saat  inisiasi eksplan. Eksplan pucuk memberikan  respons  terbaik  terhadap  peubah  saat   inisiasi,  jumlah  daun   dan tinggi  tunas,  sedangkan  eksplan  batang  memberikan  respons  terbaik  terhadap jumlah  tunas.&#13;
          Konsentrasi   BAP  berpengaruh   nyata   terhadap   saat   inisiasi   eksplan, jumlah  daun  umur 6 MST. Namun.  konsentrasi  BAP berpengaruh    tidak  nyata terhadap  jumlah  tunas  umur 2. 4 dan 6 MST. jumlah daun umur 2  dan 4 MST serta  tinggi  tunas  6  MST.   Konsentrasi   BAP  2.00  mg/I   memberikan   respons terbaik   terhadap   saat   inisiasi.   Sedangkan   konsentrasi   BAP  0.00  mg/I   atau tanpa  penambahan   BAP  memberikan  jumlah  daun  terbanyak   pada  umur  6 MST. &#13;
          Terdapat    interaksi    yang   sangat    nyata   antara   jenis    eksplan    dan konsentrasi  BAP terhadap  saat  inisiasi  eksplan.  Saat  inisiasi  eksplan  tercepat diperoleh  pada  perlakuan   eksplan  pucuk  dan  BAP 2.00  mg/l,  eksplan  pucuk dan BAP 1,50  mg/l,  serta eksplan  batang dan BAP 0,50 mg/l.&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>124491</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-09 11:32:53</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-09 11:32:53</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>