<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="124478">
 <titleInfo>
  <title>PEMANFAATAN KUDA TURUNAN THOROUGHBRED DI DAERAH TINGKAT  II KABUPATEN ACEH  TENGAH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Yusra Juhri</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2007</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian tentang  Pemanfaatan  Kuda  Turunan  Thoroughbred di  Daerah  Tingkat II  Kabupaten Aceh  Tengah  yang  dilakukan di 5  Kecamatan yaitu  Kecamatan Silih Nara. Pegasing.  Bebesen,   Kebayakan dan  Laut Tawar, mulai pada tanggal  25  Desember 2006 sampai  dengan  tanggal  17 Januari  2007. Penelitian  ini bertujuan untuk  memperoleh data tentang  seberapa besar  Pemanfaatan  Kuda  Turunan Thoroughbred di Daerah  Tingkat  II Kabupaten Aceh  Tengah.   Hasil  dari  penelitian  ini diharapkan dapat  digunakan sebagai sumber informasi dan pemikiran serta masukan dalam menentukan kebijakan untuk pengembangan ternak  kuda  turunan  Thoroughbred di Daerah Tingkat  II Kabupaten Aceh Tengah.&#13;
          Dari  5 Kecamatan  yang  ada di  Kabupaten Aceh Tengah  ditetapkan 48 responden untuk  mengisi  quisioner yang  telah  disediakan,   pemilihan  responden dilakukan  sesuai data  populasi dari  Dinas  Petemakan dengan  ketentuan  peternak yang  dipilih  memelihara tertak   kuda  turunan Thoroughbred.  Data  yang  di  peroleh di tabelasikan  dan  dipersentasekan.   Parameter yang   diamati   pola   pemeliharaan,  turunan   daripada  kuda Thoroughbred dan  Pemanfaatan kuda turunan  Thoroughbred.&#13;
          Dari  hasil  perhitungan di peroleh  54,16 persen  peternak  memberi   pakan  dengan cara mengikat ternak pada  tempat-tempat tertentu  tanpa memberikan hijauan tambahan. Umur  dewasa   kelamin   tertinggi  15 - 18  bulan  sebanyak  60,41  persen.  Umur  beranak pertama  pada  umur 3-4 tahun  sebanyak 72.91  persen.  Hanya  37.49 persen   peternak mengandangkannya.  Pengobatan terhadap  kuda  Thoroughbred  yang  terserang  penyakit 49,99 persen   mengobatinya dengan  sendiri,  33,33 persen  di obati  oleh menteri  hewan dan 16,66 persen  temak  dibiarkan sembuh   sendiri. Pemanfaatan kuda  turunan   Thoroughbred sebanyak 93,74 persen  dimanfaatkan sebagai  ternak  untuk  mengikuti  perlombaan (pacuan kuda),  4,16 persen  untuk membantu pekerjaan dan  2,08  persen  sebagai  hasil   sampingan atau dijual.&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>HORSES</topic>
 </subject>
 <classification>636.1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>124478</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-09 10:25:51</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-09 10:32:16</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>