FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENERAPAN BUDAYA KESELAMATAN PASIEN PADA RUMAH SAKIT DI PROVINSI ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENERAPAN BUDAYA KESELAMATAN PASIEN PADA RUMAH SAKIT DI PROVINSI ACEH


Pengarang

Heri Juanda - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Teuku Tahlil - 197202042001121001 - Dosen Pembimbing I
H. Said Usman - 197010151992031004 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2212201010001

Fakultas & Prodi

Fakultas Keperawatan / Ilmu Keperawatan (S2) / PDDIKTI : 14101

Penerbit

Banda Aceh : Program Studi Magister Keperawatan., 2024

Bahasa

Indonesia

No Classification

363.15

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Budaya keselamatan pasien yang kurang pada perawat dapat menyebabkan kejadian yang tidak diharapkan bagi pasien sebagai penerima layanan keperawatan. Beberapa faktor diyakini berhubungan dengan budaya keselamatan pasien yang dilaksanakan oleh perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan penerapan budaya keselamatan pasien pada rumah sakit di Provinsi Aceh. Penelitian kuantitatif digunakan dengan desain cross sectional study. Seluruh iperawat pelaksana yang bekerja di ruang rawat inap yang berjumlah 219 orang menjadi sampel dalam penelitian ini. Analisa data menggunakan pearson correlation dan multiple linear regression. Hasil penelitian diketahui bahwa terdapat hubungan budaya organisasi (P-value = 0,000, r2 = 0,659), regulasi Keselamatan Pasien (P-value = 0,000, r2 = 0,423) dan manajemen mutu Keselamatan Pasien (P-value = 0,000, r2 = 0,442) dengan budaya keselamatan pasien. Hasil analisis regresi linier berganda menunjukkan semakin tinggi budaya organisasi dan regulasi Keselamatan Pasien, maka semakin tinggi budaya keselamatan pasien oleh perawat di ruang rawat inap pada rumah sakit. Diharapkan kepada pihak manajemen rumah sakit untuk menciptakan budaya organisasi yang baik dengan memberikan lingkungan kerja yang nyaman dan aman bagi perawat dan juga memfasilitasi pelatihan bagi perawat dalam menerapkan keselamatan pasien.

A lack of patient safety culture among nurses can lead to unexpected events for patients as recipients of nursing services. Several factors are believed to be related to a good patient safety culture among nurses. The study aims to identify factors associated with the implementation of a patient safety culture in hospitals in the province of Aceh. Quantitative research is used with a cross-sectional study design. All of the nurses who worked in the hospital room were samples in this study. Data analysis using Pearson correlation and multiple linear regression. The results of the study showed that there was a relationship between organizational culture (P-value = 0.000, r2 = 0.659), regulation (P-value = 0,000, r2 = 0.423), and quality management (P-value = 0.000, r2 = 0.442) and the culture of patient safety. The result of the double linear regression analysis showed that the higher the organizational and regulatory culture, the higher the patient safety culture of nurses in the nursing room at the hospital. The hospital management is expected to create a good organizational culture by providing a comfortable and secure working environment for nurses and also facilitating training for nurses in the implementation of patient safety.

Citation



    SERVICES DESK