<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="124432">
 <titleInfo>
  <title>EVALUASL TATAGUNA LAHAN DAERAH ALIRAN SUNGAI KRUENG TRIPA DI KABUPATEN GAYO LUES MELALUI APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ulil Amri</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2009</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Daerah  Aliran  Sungai (DAS)  termasuk  sumberdaya  alam  yang  memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia.  Kerusakan ekosistem suatu DAS akan menimbulkan  dampak negatif bagi  komunitas yang tinggal  di  dalamnya.  Sebagai suatu ekosistem, DAS dibagi menjadi daerah hulu, tengah, dan hilir dengan jumlah sub  DAS   masing-masing  yang  sating  mempunyai  keterkaitan   bofisik  wilayah melalui daur hidrologi di antara ke tiga bagian tersebut.&#13;
          Salah satu DAS yang memiliki  bagian hulu. tengah,  dan hilir adalah DAS Krueng Tripa dimana bagian hulunya terletak di Kabupaten Gayo Lues dan di huni oleh  beraneka  ragam  komunitas.  0leh  karena  itu  bagian  hulu  DAS   ini   perlu mendapat pengelolaan yang layak, guna kelangsungan hidup para penghuninya.&#13;
          Penatagunaan lahan merupakan salah satu bentuk pengelolaan yang dapat diberikan dalam melindungi suatu DAS dari kerusakan. Penatagunaan lahan dapat dilakukan  dengan  terlebih  dahulu  menetapkan  status  fungsi  kawasan  hutan  ke dalam bentuk Tata Guna Hutan Kesepakatan (TGHK) dan status penggunaan lahan yang  berbasis  citra  satelite  dengan  memanfaatkan  teknologi   Sistem   lnformasi Cleografis (SIG).&#13;
          Berdasarkan  kriteria  TGHK  dengan  memanfaatkan  teknologi  SIG,  fungsi kawasan  DAS  Krueng  Tripa  bagian  hulu  dibagi  ke  dalam  hutan  produksi,  hutan . produksi  terbatas,  dan  hutan  lindung.  Fungsi  kawasan  ini  ditetapkan berdasarkan skor  kelas  lereng,  jenis  tanah,  dan  curah  hujan  harian.  Di  samping  itu,  fungsi kawasan   DAS   ini  juga   memiliki   beberapa  areal   perlindungan   setempat  yaitu kelerengan  &gt;  40  %  sumber  mata  air,  sempadan  sungai   besar,  sempadrn  anak  sungai  dan  sempadan  telaga/waduk.  SIG juga mengkaji  kondisi penutupan  lahan DAS Krueng  Tripa bagian hulu yang bersumber dari citra satelite  landsan melalui proses interpretasi, digitasi, dan kegiatan cek lapang. &#13;
          Pada  tahap  analisis  dilakukan    beberapa  kali  proses  tumpang  tindih  peta yang  telah  terdigitasi  termasuk  di  dalamnya  areal  perlindungan  setempat  guna melihat ada tidaknya teriadi penyimpangan penggunaan  lahan di  dalam  kawasan DAS  Krueng  Tripa  bagian  hutu.  Dari  hasil  hasit  tersebut  diketahui  luas  hutan produksi 31026,10 ha (28,13 %), hutan produksi terbatas   34284,12 ha (31,09 %), dan  hutan  lindung  seluas  44974,39  ha  (40,78  %)  termasuk  di  dalamnya  area perlindungan    setempat,   yaitu   tiga   titik   mata   air   seluas   37,44   ha,   empat telaga/waduk   seluas    12,48   ha,   sempadan   anck   sungai   seluas   10925,43   ha, sempadan  sungai  besar  seluas  719,06  ha  dan  kelerengan   lahan  &gt;  40  %  seluas 44936,45  ha.  Di  samping  itu  dari  hasil  tumpang tindih  peta TGHK  dengan  peta penggunaan lahan    sumber    citra    satellite    diketahui    teriadi    penyimpangan penggunaan lahan seluas 5126,29 ha (4,65 %).</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>124432</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-08 15:41:07</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-08 15:41:07</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>