Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KEARIFAN LOKAL DAN KELESTARIAN HUTAN PADA MASYARAKAT DESA HUTAN DI KECAMATAN PANTAN CUACA, GAYO LUES
Pengarang
Irpan Ependi Yusra - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Khairulyadi - 197705302010121001 - Dosen Pembimbing I
Ibnu Phonna Nurdin - 199108192022031004 - Dosen Pembimbing II
Bukhari - 197505242009121001 - Penguji
Yuva Ayuning Anjar - 199301082019032020 - Penguji
Nomor Pokok Mahasiswa
1910101010032
Fakultas & Prodi
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Sosiologi (S1) / PDDIKTI : 69201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas FISIPOL., 2024
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Kearifan lokal adalah suatu kepandaian dan strategi-strategi pengelolaan
alam semesta dalam menjaga keseimbangan ekologis yang sudah berabad-abad
yang dimiliki oleh kelompok masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat
adanya kearifan lokal yang ada pada masyarakat Pantan Cuaca Kabupaten Gayo
Lues, Aceh. Penelitian ini menggunakan Teori Biosentrisme, yang dikenal sebagai
teori yang berpusat pada kehidupan (life-centered theory of environment). Ini
adalah teori etika lingkungan yang didasarkan pada filosofi kehidupan. Paul Taylor
dalam bukunya yang berjudul Respect For Nature: A Theory Environmental Ethics
menyatakan bahwa manusia adalah bagian dari sebuah komunitas kehidupan di
bumi, manusia dan makhluk lainnya menjadi bagian dari sistem yang saling
bergantung satu sama lain. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif
yang menyajikan data penelitian dalam bentuk kalimat – kalimat yang disusun
menjadi simpulan penelitian. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kearifan
lokal yang ada di kelompok masyarakat Pantan Cuaca memiliki nilai etika terhadap
pelestarian alam atau hutan. Hal tersebut dibuktikan dengan terdapat makna sakral
dan hormat mereka terhadap alam serta adanya aturan yang berlaku untuk tidak
menebang hutan sembarangan, jika menebang satu pohon berkewajiban untuk
menanam kembalik tujuh bibit pohon sebagai gantinya. Selain itu, masyarakat
Pantan Cuaca juga memiliki tata kelola hutan yang baik, membedakan pemanfaatan
hutan sesuai dengan lokasi strategisnya. Kearifan lokal yang ada pada masyarakat
Desa Hutan Pantan Cuaca menunjukkan bahwa mereka melestarikan hutan karena
mereka hidup berdampingan dengan hutan. Simpulan penelitian ini menyatakan
bahwa adanya nilai kesakralan hutan bagi masyarakat Desa Hutan yang telah
menjadi kearifan lokal.
Kata Kunci : Kearifan Lokal, Etika Lingkungan, Pantan Cuaca
Local wisdom is an intelligence and strategies for managing the universe in maintaining ecological balance that has been owned by community groups for centuries. This research aims to look at the local wisdom that exists in the Pantan Cuaca community of Gayo Lues Regency, Aceh. This research uses the Biocentrism Theory, known as the life-centered theory of environment. It is a theory of environmental ethics based on the philosophy of life. Paul Taylor in his book entitled Respect For Nature: A Theory Environmental Ethics states that humans are part of a community of life on earth, humans and other creatures being part of an interdependent system. This research uses a descriptive qualitative method that presents research data in the form of sentences that are arranged into research conclusions. The findings of this study indicate that the local wisdom in the Pantan Cuaca community group has ethical values towards nature or forest conservation. This is evidenced by the sacred meaning and respect they have for nature and the rules that apply not to cut down the forest carelessly, if you cut down one tree you are obliged to replant seven tree seedlings instead. In addition, the Pantan Cuaca community also has good forest governance, differentiating forest utilisation according to its strategic location. The local wisdom that exists in the Pantan Cuaca Forest Village community shows that they preserve the forest because they live side by side with the forest. The conclusion of this research states that there is a sacred value of the forest for the Forest Village community which has become local wisdom. Keywords : Local Wisdom, Environmental Ethics, Pantan Cuaca
STUDI KELAYAKAN DAN PENGEMBANGAN HUTAN EDU-ECOTOURISM DI HUTAN PANTAN CUACA KABUPATEN GAYO LUES (Marni Riski Yanti, 2022)
PENGELOLAAN HUTAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL DAN PENGEMBANGAN HUTAN DESA DI MUKIM LUTUENG KECAMATAN MANE, KABUPATEN PIDIE, PROVINSI ACEH (Ainul Mardhiah, 2016)
RESPON MASYARAKAT TANI TERHADAP UPAYA PEMANFAATAN LAHAN TIDUR DI KECAMATAN PANTAN CUACA DAN TRIPE JAYA KABUPATEN GAYO LUES (Teuku kamaruzzaman syah, 2025)
IDENTIFIKASI PENYEBAB PERAMBAHAN KAWASAN HUTAN DI KECAMATAN PUTRI BETUNG KABUPATEN GAYO LUES (Syahrial, 2025)
IDENTIFIKASI DAN KEANEKARAGAMAN BURUNG DI HUTAN PINING KABUPATEN GAYO LUES DALAM KAWASAN EKOSISTEM LEUSER (Zurfika Ramayanti, 2020)