<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="124409">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH INTENSITAS MENONTON DRAMA BERGENRE BOY’S LOVE TERHADAP SIKAP TOLERANSI KEPADA LGBT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hasanatul Maulida</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas FISIPOL</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Genre boy’s love merupakan istilah yang digunakan untuk jenis fiksi dengan alur yang menceritakan kisah cinta homoseksual antar laki-laki. Persebaran dan kepopuleran genre ini kuat kaitannya dengan teknologi serta media massa. Para penggemar genre boy’s love mengikat interaksi melalui forum-forum diskusi online seperti fanbase di twitter, interaksi yang dilakukan oleh penggemar itu sendiri meliputi diskusi mengenai tayangan boy’s love yang telah ditonton dan tak jarang opini yang diberikan merujuk kepada sikap toleransi terhadap LGBT. Pembentukan sikap toleransi penggemar tersebut didasari oleh kognitif, afektif serta konatif yang mana dipengaruhi oleh seberapa tingkat intensitas menonton drama bergenre boy’s love itu sendiri seperti perhatian dan penghayatan yang dikerahkankan selama menonton serta berapa lama waktu yang di berikan untuk menonton tayangan drama boy’s love. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui serta melihat pengaruh intensitas menonton drama bergenre boy’s love terhadap sikap toleransi kepada LGBT dan seberapa besar pengaruhnya berdasarkan dimensi intensitas menonton yaitu perhatian, penghayatan dan frekuensi yang dikaji menggunakan konsep toleransi dalam konteks sosiologi. Metode penelitian yang diterapkan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan tipe eksplanatif dan dilakukan dengan menyebarkan kuesioner. Sebanyak 351 responden yang telah berpartisipasi dalam penelitian ini berasal dari base @jodanspace dan merupakan penggemar drama bergenre boy’s love serta berumur 15 sampai 40 tahun. Hasil temuan penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara intensitas menonton drama bergenre boy’s love terhadap sikap toleransi kepada LGBT berdasarkan pada hasil koefisien determinasi sebanyak 0,675 atau 67,5% dan hasil uji hipotesis menujukan variabel intensitas menonton drama bergenre boys love memperoleh nilai signifikan 0,007 atau lebih kecil dari 0,05, artinya H1 diterima dan H0 ditolak.&#13;
&#13;
Kata kunci: Boy’s love, Toleransi, Pengaruh, Intensitas menonton, LGBT</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>124409</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-08 13:57:18</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-08 15:35:35</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>